Peningkatan kandungan nitrogen dan fosfor pada efluen Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) Komunal berpotensi menurunkan kualitas badan air dan memicu
eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengolahan dan kinerja
penyisihan pencemar pada IPAL Komunal di Kota Bandung, mengevaluasi
kesesuaian kualitas efluen terhadap baku mutu, serta menganalisis penyisihan
nutrien melalui pembentukan struvite dan merancang reaktor presipitasi. Penelitian
dilakukan pada IPAL Komunal Cipadung Wetan dan Babakan Penghulu melalui
karakterisasi kualitas influen dan efluen serta simulasi numerik menggunakan
metode Euler dengan variasi rasio molar Mg sebesar 1:1:1, 2:1:1, dan 3:1:1. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedua IPAL merupakan tangki septik komunal
berbasis SPALD-S dengan proses pengolahan fisik dan biologis, tetapi kinerja
penyisihan aktual masih belum optimal. Kualitas efluen telah memenuhi baku mutu
untuk beberapa parameter, tetapi COD, BOD, TSS, total nitrogen, dan total fosfat
masih melampaui ketentuan yang berlaku. Simulasi menunjukkan bahwa
peningkatan rasio magnesium meningkatkan penyisihan nutrien dan pembentukan
struvite. Rasio 3:1:1 menghasilkan penyisihan fosfat tertinggi, masing-masing
sebesar 26,45% pada IPAL Cipadung Wetan dan 49,37% pada IPAL Babakan
Penghulu, dengan massa struvite terbentuk sebesar 1,835 dan 3,856 mg? L
?1
. Hasil
uji numerik menunjukkan relative error sebesar 0,0454–1,08% dan seluruh nilai
stiffness berada pada rentang stabil. Berdasarkan hasil perancangan, reaktor
presipitasi dirancang dengan sistem pengadukan rapid mixing 240 rpm dan slow
mixing 40 rpm serta volume aktual sekitar 2,5 m3 dan 2,04 m3
. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kristalisasi struvite berpotensi dikembangkan sebagai
pengolahan lanjutan untuk penyisihan dan pemulihan nutrien dari efluen IPAL
Komunal, dengan tetap mempertimbangkan aspek operasional dan keekonomian
penggunaan magnesium.
Perpustakaan Digital ITB