digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan kandungan nitrogen dan fosfor pada efluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal berpotensi menurunkan kualitas badan air dan memicu eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengolahan dan kinerja penyisihan pencemar pada IPAL Komunal di Kota Bandung, mengevaluasi kesesuaian kualitas efluen terhadap baku mutu, serta menganalisis penyisihan nutrien melalui pembentukan struvite dan merancang reaktor presipitasi. Penelitian dilakukan pada IPAL Komunal Cipadung Wetan dan Babakan Penghulu melalui karakterisasi kualitas influen dan efluen serta simulasi numerik menggunakan metode Euler dengan variasi rasio molar Mg sebesar 1:1:1, 2:1:1, dan 3:1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua IPAL merupakan tangki septik komunal berbasis SPALD-S dengan proses pengolahan fisik dan biologis, tetapi kinerja penyisihan aktual masih belum optimal. Kualitas efluen telah memenuhi baku mutu untuk beberapa parameter, tetapi COD, BOD, TSS, total nitrogen, dan total fosfat masih melampaui ketentuan yang berlaku. Simulasi menunjukkan bahwa peningkatan rasio magnesium meningkatkan penyisihan nutrien dan pembentukan struvite. Rasio 3:1:1 menghasilkan penyisihan fosfat tertinggi, masing-masing sebesar 26,45% pada IPAL Cipadung Wetan dan 49,37% pada IPAL Babakan Penghulu, dengan massa struvite terbentuk sebesar 1,835 dan 3,856 mg? L ?1 . Hasil uji numerik menunjukkan relative error sebesar 0,0454–1,08% dan seluruh nilai stiffness berada pada rentang stabil. Berdasarkan hasil perancangan, reaktor presipitasi dirancang dengan sistem pengadukan rapid mixing 240 rpm dan slow mixing 40 rpm serta volume aktual sekitar 2,5 m3 dan 2,04 m3 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristalisasi struvite berpotensi dikembangkan sebagai pengolahan lanjutan untuk penyisihan dan pemulihan nutrien dari efluen IPAL Komunal, dengan tetap mempertimbangkan aspek operasional dan keekonomian penggunaan magnesium.