digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Diva Anastasia Farasilva
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam mendukung kualitas hidup perkotaan melalui fungsi sosial, rekreatif, dan ekologis. Teras Cikapundung di Kota Bandung sebagai ruang publik tepi sungai merupakan salah satu ruang yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas ruang terbuka publik Teras Cikapundung dengan mempertimbangkan keterkaitan antara karakteristik pengguna, pola aktivitas, dan pengalaman ruang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan Public Space Index (PSI) sebagai instrumen utama penilaian kualitas ruang berdasarkan lima aspek utama, serta didukung oleh Simpson’s Diversity Index (SDI) untuk mengidentifikasi tingkat keberagaman pengguna dan aktivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa Teras Cikapundung memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi, terutama pada akhir pekan, yang menegaskan perannya sebagai ruang rekreasi perkotaan. Penilaian melalui Public Space Index (PSI) menunjukkan bahwa kualitas ruang berada pada kategori sedang, yang berarti ruang telah mampu memenuhi fungsi dasarnya namun belum optimal dalam menciptakan pengalaman ruang yang menyeluruh dan masih terdapat ketimpangan kinerja antar aspek. Temuan penelitian menegaskan bahwa kualitas ruang publik dipengaruhi oleh interaksi antara desain ruang, pola pemanfaatan, dan persepsi pengguna. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merumuskan rekomendasi pada setiap indikator kualitas ruang yang masih rendah guna mendukung peningkatan kualitas ruang publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna serta pengembangan pendekatan evaluasi ruang terbuka publik yang lebih kontekstual dan terukur.