digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ghifari Alwa
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pulau Batam merupakan jalur pelayaran internasional dengan aktivitas kapal yang tinggi dengan potensi sebagai pusat ekonomi dan logistik, terlihat dari peningkatan kunjungan kapal setiap tahun. Peningkatan ini perlu diiringi dengan keselamatan pelayaran, karena kondisi gelombang laut yang memengaruhi kestabilan kapal. Gelombang di Perairan Batam dipengaruhi oleh angin musim yang bergerak antara Asia dan Australia. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pengaruh angin musim terhadap variasi tinggi gelombang di wilayah ini. Tinggi gelombang signifikan diketahui melalui pemodelan menggunakan SWAN (Simulating Wave Nearshore) dengan pendekatan spektrum gelombang pada periode Desember 2012 hingga November 2013. Studi ini menggunakan dua domain: Laut Cina Selatan yang menggunakan structured grid, dan Perairan Batam yang menggunakan unstructured grid. Validasi model dengan perhitungan RMSE, NRMSE,, bias, dan CC menunjukkan hasil yang baik untuk Laut Cina Selatan. Di Perairan Batam, data ERA5 ECMWF memberikan hasil verifikasi yang lebih baik jika dibandingkan data satelit AVISO. Hasil pemodelan menunjukkan gelombang signifikan di bagian timur Perairan Batam lebih tinggi ( 1,5 meter) dibandingkan bagian barat ( 0,5 meter). Peta keselamatan pelayaran menunjukkan Perairan Batam aman untuk kapal besar (>30 GT atau LPP > 25 meter) sepanjang tahun, sedangkan kapal kecil (<30 GT atau LPP <25 meter) disarankan menghindari perairan terbuka serta kawasan timur Perairan Batam terutama pada November - Maret. Namun, studi ini tidak mempertimbangkan faktor kondisi cuaca ekstrem.