Konverter boost banyak digunakan untuk menaikkan tegangan keluaran sistem photovoltaic (PV) yang relatif rendah. Konverter ini mengatur tegangan keluaran melalui proses pensaklaran yang menghasilkan kondisi ON dan OFF. Pada kondisi ON, arus meningkat, sedangkan pada kondisi OFF, arus menurun. Fluktuasi ini dikenal sebagai riak arus. Riak arus yang tinggi pada sistem PV dapat meningkatkan temperatur komponen, memperpendek umur komponen, dan menurunkan efisiensi. Berbagai metode telah diusulkan untuk mengurangi riak arus masukan, seperti konfigurasi multifasa kaskade yang disederhanakan. Pada tesis ini, diusulkan modifikasi lebih lanjut terhadap konverter boost multifasa kaskade yang disederhanakan menggunakan induktansi mutual. Persamaan konverter yang diusulkan diturunkan sehingga menghasilkan persamaan umum untuk konfigurasi N-fasa. Persamaan umum N-fasa tersebut kemudian dianalisis pada konfigurasi N = 2, N = 3, dan N = 4. Berdasarkan hasil analisis, induktansi mutual mampu mengurangi riak arus masukan RMS tanpa menyebabkan susut tegangan. Selain itu, penambahan mutual induktansi menghasilkan persentase penurunan riak arus masukan RMS yang lebih besar dibandingkan dengan penambahan satu fasa pada konverter. Ketika mutual induktansi sebesar 2 mH diimplementasikan pada konverter empat fasa, riak arus masukan RMS berkurang sebesar 85,7% dibandingkan dengan konverter dua fasa tanpa mutual induktansi. Pengaruh induktansi mutual terhadap riak arus masukan RMS dan susut tegangan telah divalidasi melalui simulasi dan eksperimen, dimana hasil simulasi dan eksperimen cukup segaris dengan hasil perhitungan.
Perpustakaan Digital ITB