digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Pandu Budhi Wibowo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Aktivitas gempa dapat memengaruhi keselamatan struktur dan keberlangsungan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), termasuk struktur beton bertulang cooling tower sebagai bagian penting dari sistem pendinginan pembangkit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh beban gempa terhadap respons dan kinerja struktur berdasarkan hubungan gaya geser dasar (base shear) dan perpindahan, perkembangan sendi plastis, performance point, serta tingkat kinerja struktur. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan geometri, dimensi elemen, karakteristik material, tulangan, dan beban yang bekerja. Parameter gempa ditentukan berdasarkan SNI 1726:2019. Karena keterbatasan data penyelidikan tanah, kondisi tanah diasumsikan secara konservatif sebagai tanah lunak atau kelas situs SE. Hasil perhitungan menghasilkan nilai SDS sebesar 0,7387 g dan SD1 sebesar 0,6748 g, sehingga struktur termasuk Kategori Desain Seismik D. Analisis dilakukan menggunakan metode statik nonlinier pushover pada arah X-X dan Y-Y. Perilaku nonlinier dimodelkan dengan sendi plastis tipe M3 pada balok dan P-M2-M3 pada kolom. Kurva pushover dikonversi menjadi kurva kapasitas sistem satu derajat kebebasan melalui Capacity Spectrum Method. Perpotongan kurva kapasitas dan spektrum kebutuhan digunakan untuk menentukan performance point serta tingkat kinerja berdasarkan ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan gaya geser dasar diikuti oleh peningkatan perpindahan. Pada arah X-X diperoleh perpindahan maksimum sebesar 108,619 mm pada gaya geser dasar 12.937,963 kN, sedangkan pada arah Y-Y diperoleh perpindahan maksimum sebesar 108,862 mm pada gaya geser dasar 796,518 kN. Struktur dikategorikan pada tingkat Immediate Occupancy (IO), yang menunjukkan kerusakan ringan, kekuatan dan kekakuan yang masih mendekati kondisi awal, serta dapat segera difungsikan kembali dalam batas asumsi pemodelan.