Aktivitas gempa dapat memengaruhi keselamatan struktur dan keberlangsungan
operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), termasuk struktur beton
bertulang cooling tower sebagai bagian penting dari sistem pendinginan
pembangkit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh beban gempa
terhadap respons dan kinerja struktur berdasarkan hubungan gaya geser dasar
(base shear) dan perpindahan, perkembangan sendi plastis, performance point,
serta tingkat kinerja struktur. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan
geometri, dimensi elemen, karakteristik material, tulangan, dan beban yang
bekerja. Parameter gempa ditentukan berdasarkan SNI 1726:2019. Karena
keterbatasan data penyelidikan tanah, kondisi tanah diasumsikan secara
konservatif sebagai tanah lunak atau kelas situs SE. Hasil perhitungan
menghasilkan nilai SDS sebesar 0,7387 g dan SD1 sebesar 0,6748 g, sehingga
struktur termasuk Kategori Desain Seismik D. Analisis dilakukan menggunakan
metode statik nonlinier pushover pada arah X-X dan Y-Y. Perilaku nonlinier
dimodelkan dengan sendi plastis tipe M3 pada balok dan P-M2-M3 pada kolom.
Kurva pushover dikonversi menjadi kurva kapasitas sistem satu derajat kebebasan
melalui Capacity Spectrum Method. Perpotongan kurva kapasitas dan spektrum
kebutuhan digunakan untuk menentukan performance point serta tingkat kinerja
berdasarkan ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan gaya geser
dasar diikuti oleh peningkatan perpindahan. Pada arah X-X diperoleh perpindahan
maksimum sebesar 108,619 mm pada gaya geser dasar 12.937,963 kN, sedangkan
pada arah Y-Y diperoleh perpindahan maksimum sebesar 108,862 mm pada gaya
geser dasar 796,518 kN. Struktur dikategorikan pada tingkat Immediate
Occupancy (IO), yang menunjukkan kerusakan ringan, kekuatan dan kekakuan
yang masih mendekati kondisi awal, serta dapat segera difungsikan kembali
dalam batas asumsi pemodelan.
Perpustakaan Digital ITB