digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lahan pascatambang batubara PT Mitrabara Adiperdana Tbk di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara mengalami permasalahan kualitas tanah yang rendah akibat keterbatasan ketebalan lapisan topsoil (20-30 cm) di atas material overburden, sehingga menghambat keberhasilan proses revegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sifat fisik, kimia, dan logam berat tanah pada lahan pascatambang batubara, menganalisis perubahan sifat-sifat tersebut setelah aplikasi biochar tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta menganalisis pengaruh penggunaan biochar terhadap produktivitas penanaman melalui tingkat kelangsungan hidup dan kesehatan pohon. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pemberian biochar TKKS pada dosis 5%, 10%, dan 15% yang dikombinasikan dengan kompos, pada kedalaman tanah 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-20 cm, masing-masing dengan tiga ulangan, dilanjutkan dengan masa inkubasi selama tiga bulan dan penanaman bibit johar (Senna siamea) selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal tanah memiliki berat isi tinggi hingga sangat tinggi, porositas dan water holding capacity (WHC) tergolong sedang, bersifat masam dengan kapasitas tukar kation (KTK), c-organik, dan bahan organik yang sangat rendah, sementara kandungan logam berat Pb masih berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan. Aplikasi biochar TKKS mampu memperbaiki sifat fisik tanah (menurunkan berat isi dan berat jenis, meningkatkan porositas dan WHC) serta sifat kimia tanah (meningkatkan pH, KTK, c-organik, dan bahan organik), dan menurunkan kandungan logam berat Pb total, meskipun pada beberapa parameter perbedaan antar dosis biochar tidak berbeda nyata secara statistik. Seluruh perlakuan biochar menghasilkan persentase hidup tanaman sebesar 100% dan kesehatan tanaman sebesar 88,89-100%, jauh lebih baik dibandingkan kondisi awal tanah yang menghasilkan 0%. Hasil ini menunjukkan bahwa biochar TKKS efektif digunakan sebagai bahan amandemen dalam memulihkan kualitas tanah dan mendukung keberhasilan revegetasi pada lahan pascatambang batubara.