Limbah bata merah merupakan salah satu komponen terbesar limbah konstruksi dan pembongkaran di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan serbuk bata merah recycle sebagai substitusi parsial semen pada produksi bata ringan cellular lightweight concrete. Dua jenis limbah digunakan, yaitu bata merah murni (BM) dan bata merah bercampur plesteran (BPL), pada kadar substitusi 10%, 20%, dan 30% terhadap massa semen. Mortar busa dibuat dengan metode pre-foaming pada rasio air-binder 0,4 dengan densitas rencana 600 kg/m³.
Pengujian meliputi properti segar dan properti keras, serta analisis mikrostruktur melalui XRD, TG/DTA, SEM, dan pemindaian Micro-CT. Hasil menunjukkan substitusi menurunkan kelecakan sebesar 4,3% hingga 11,0% dan berpengaruh tidak linier terhadap kuat tekan. Kadar optimum bata merah murni adalah 10% dengan kuat tekan 0,2347 MPa atau 43,5% di atas campuran kontrol, sedangkan kadar optimum bata merah plesteran bergeser ke 20% dengan kuat tekan 0,2008 MPa atau 22,7% di atas campuran kontrol. Hasil Micro-CT menunjukkan porositas total seluruh campuran hampir seragam pada rentang 78,54 hingga 81,65%, dan diameter rongga terbesar berkorelasi kuat dengan koefisien ?0,750, sehingga kekuatan mortar busa dikendalikan oleh ukuran cacat terbesar dan bentuk rongganya berdasarkan sphericity. Seluruh campuran pada densitas 600 kg/m³ belum memenuhi persyaratan kuat tekan minimum 2 MPa menurut SNI 8640:2018.
Perpustakaan Digital ITB