abstrak_ Naufaldhia Afiary [13322059]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
kerja metanol murni sebagai sistem manajemen termal pasif pada panel surya tipe monocrystalline Skytech Solar SIM 210 di lingkungan iklim tropis Kota Bandung (ITB Ganesha). Pemodelan dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) transien dengan pendekatan Volume of Fluid (VOF) yang dipadukan model perubahan fasa Lee pada perangkat lunak ANSYS Fluent. Domain fisik disederhanakan menjadi satu unit single-loop dengan beban fluks kalor konstan 429,67 W/m² (hasil konversi dari iradiasi riil 893 W/m²) pada dinding evaporator dan mekanisme konveksi alami (h = 12,676 W/m²·K) pada kondensor, dijalankan hingga waktu aliran 7,60 detik. Hasil simulasi menunjukkan sistem berhasil membangkitkan osilasi mandiri (self-sustained oscillation) tanpa daya eksternal, ditandai fluktuasi kecepatan aliran 0,17–1,70 m/s (rata-rata 0,60 m/s) dengan pola chaotic oscillation yang khas bagi PHP, sekaligus membuktikan terpenuhinya kriteria Angka Bond (Bo ? 4). Temperatur evaporator bergerak dari 64,54 °C hingga 72,01 °C (rata-rata 66,21 °C), sementara kondensor berada pada kisaran 28–36 °C (rata-rata 30,95 °C), menghasilkan beda temperatur rata-rata 35,26 °C sebagai driving force pulsasi. Laju perpindahan kalor pada kondensor rata-rata 0,13 W dengan estimasi resistansi termal total sistem sebesar ±272,1 K/W. Selama sebagian besar durasi simulasi, temperatur evaporator berada di sekitar atau sedikit di bawah estimasi panel tanpa pendingin (68,95 °C); namun sistem belum mencapai keadaan tunak sehingga efektivitas penurunan temperatur secara definitif memerlukan simulasi berdurasi lebih panjang. Penelitian ini mengonfirmasi kelayakan fungsional CLPHP metanol sebagai pendingin pasif PV/T sekaligus menyediakan dasar pemodelan numerik untuk pengembangan sistem energi mandiri yang mendukung target net-zero emission.
Perpustakaan Digital ITB