Abstrak - MYCKOLA PRASETYO
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kantong lumpur konvensional umumnya dirancang untuk mengendapkan sedimen non-kohesif sehingga kurang efektif dalam menangkap sedimen kohesif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian model numerik terhadap model fisik serta mengevaluasi pengaruh variasi jumlah ruas kantong lumpur terhadap efektivitas pengendapan sedimen kohesif menggunakan FLOW-3D. Model numerik divalidasi menggunakan model fisik skala 1:5, kemudian dilakukan optimasi konfigurasi satu ruas, dua ruas, dan empat ruas dengan memvariasikan jumlah divider wall tanpa mengubah lebar total kantong lumpur. Simulasi dilakukan menggunakan konsentrasi sedimen sebesar 0,25 kg/m³ dan ukuran butir sedimen kohesif sebesar 0,034 mm pada debit model fisik 45 L/s, 90 L/s, dan 108 L/s. Hasil validasi menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan kondisi model fisik dengan baik dengan nilai MAE rata-rata sebesar 6,41% untuk tinggi muka air dan 12,66% untuk kecepatan aliran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi jumlah ruas memengaruhi distribusi aliran, residence time, dan efektivitas pengendapan sedimen. Konfigurasi dua ruas memberikan kinerja terbaik dengan efektivitas pengendapan sebesar 77,63%, 70,97%, dan 70,13% pada debit model fisik 45 L/s, 90 L/s, dan 108 L/s, serta menghasilkan residence time paling panjang dibandingkan konfigurasi satu ruas maupun empat ruas. Berdasarkan hasil tersebut, konfigurasi dua ruas direkomendasikan sebagai desain optimum untuk meningkatkan efektivitas pengendapan sedimen kohesif berukuran 0,034 mm.
Perpustakaan Digital ITB