Peningkatan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sektor industri
memerlukan evaluasi kemampuan jaringan distribusi agar integrasinya tidak
melampaui batas operasi sistem. Penelitian ini menerapkan metode Multi-
Constraint Hosting Capacity (MCHC) berbasis quasi-dynamic pada Feeder Perkasa
dan Feeder Jaya Mestika di kawasan industri Mojokerto. Simulasi dilakukan
menggunakan DIgSILENT PowerFactory dengan mempertimbangkan profil beban
dan produksi PV selama 24 jam, data iradiasi, parameter jaringan, serta
karakteristik harmonik inverter tiga fasa hasil pengukuran Power Quality Analyzer.
Kapasitas hosting ditentukan berdasarkan kendala pertama yang mencapai batas,
meliputi tegangan, pembebanan termal saluran dan transformator, reverse power
flow, serta distorsi harmonik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan statis cenderung menghasilkan
estimasi kapasitas hosting yang lebih tinggi dibandingkan metode quasi-dynamic.
Pada Feeder Perkasa, simulasi statis menghasilkan batas penetrasi sebesar 82% atau
6,93 MW, sedangkan simulasi quasi-dynamic menghasilkan 42% atau sekitar 3,47
MW. Pada Feeder Jaya Mestika, batas penetrasi statis mencapai 98% atau 20,9
MW, sementara reverse power flow pada simulasi quasi-dynamic mulai terjadi pada
penetrasi sekitar 60% atau 15,7 MW. Tegangan dan harmonik tetap memenuhi
kriteria pada seluruh skenario, sedangkan pembebanan termal Feeder Perkasa
masih berada dalam batas operasi. Transformator pada Feeder Jaya Mestika telah
mengalami pembebanan tinggi sekitar 94–95% sejak kondisi awal, yang
menunjukkan keterbatasan kapasitas infrastruktur eksisting. Reverse power flow
menjadi kendala dominan akibat integrasi PV pada kedua feeder. Dengan demikian,
metode MCHC quasi-dynamic mampu mengidentifikasi kondisi kritis berdasarkan
perubahan beban dan produksi PV terhadap waktu serta memberikan estimasi
kapasitas hosting yang lebih representatif untuk perencanaan PLTS atap pada
jaringan distribusi industri.
Perpustakaan Digital ITB