digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sektor industri memerlukan evaluasi kemampuan jaringan distribusi agar integrasinya tidak melampaui batas operasi sistem. Penelitian ini menerapkan metode Multi- Constraint Hosting Capacity (MCHC) berbasis quasi-dynamic pada Feeder Perkasa dan Feeder Jaya Mestika di kawasan industri Mojokerto. Simulasi dilakukan menggunakan DIgSILENT PowerFactory dengan mempertimbangkan profil beban dan produksi PV selama 24 jam, data iradiasi, parameter jaringan, serta karakteristik harmonik inverter tiga fasa hasil pengukuran Power Quality Analyzer. Kapasitas hosting ditentukan berdasarkan kendala pertama yang mencapai batas, meliputi tegangan, pembebanan termal saluran dan transformator, reverse power flow, serta distorsi harmonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan statis cenderung menghasilkan estimasi kapasitas hosting yang lebih tinggi dibandingkan metode quasi-dynamic. Pada Feeder Perkasa, simulasi statis menghasilkan batas penetrasi sebesar 82% atau 6,93 MW, sedangkan simulasi quasi-dynamic menghasilkan 42% atau sekitar 3,47 MW. Pada Feeder Jaya Mestika, batas penetrasi statis mencapai 98% atau 20,9 MW, sementara reverse power flow pada simulasi quasi-dynamic mulai terjadi pada penetrasi sekitar 60% atau 15,7 MW. Tegangan dan harmonik tetap memenuhi kriteria pada seluruh skenario, sedangkan pembebanan termal Feeder Perkasa masih berada dalam batas operasi. Transformator pada Feeder Jaya Mestika telah mengalami pembebanan tinggi sekitar 94–95% sejak kondisi awal, yang menunjukkan keterbatasan kapasitas infrastruktur eksisting. Reverse power flow menjadi kendala dominan akibat integrasi PV pada kedua feeder. Dengan demikian, metode MCHC quasi-dynamic mampu mengidentifikasi kondisi kritis berdasarkan perubahan beban dan produksi PV terhadap waktu serta memberikan estimasi kapasitas hosting yang lebih representatif untuk perencanaan PLTS atap pada jaringan distribusi industri.