digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan standar data terbuka Industry Foundation Classes (IFC) memungkinkan representasi aset infrastruktur tidak hanya dalam bentuk geometrik, tetapi juga sebagai basis informasi teknis dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengayaan semantik secara massal pada model IFC bangunan pembagi dalam sistem irigasi Bendung Pataruman dengan memanfaatkan IfcOpenShell untuk menambahkan property set berbasis domain irigasi. Data yang digunakan meliputi model geometrik dalam format IFC hasil pemodelan Scan-to-BIM dari point cloud multi-source, yaitu TLS, GeoSLAM, dan iPad LiDAR, serta data nongeometrik berupa parameter hidrolik yang telah diolah. Metode pengayaan semantik dilakukan secara bertahap melalui penerapan property set yang meliputi IRG_IdentitasAset, IRG_KlasifikasiFungsi, IRG_MetadataEnrichment, IRG_Operasional, dan IRG_Hidrolik. Property set tersebut diterapkan sesuai fungsi dan relevansi operasional masing-masing elemen. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan kandungan informasi nongeometrik pada model IFC bangunan pembagi. Jumlah IfcRoot meningkat sebesar 198,42%, IfcRelDefinesByProperties dan IfcPropertySet meningkat sebesar 331,05%, total properti meningkat sebesar 178,07%, property ratio per objek meningkat dari 11,94 menjadi 33,19, serta coverage objek dengan property set mencapai 100%. Struktur hierarki spasial dan jumlah objek fisik tetap terjaga, sehingga pengayaan semantik berhasil meningkatkan kandungan informasi tanpa mengubah geometri model. Validasi terbatas pada model IFC bangunan sifon dan bangunan utama Bendung Pataruman menunjukkan bahwa alur pengayaan semantik dapat diterapkan kembali pada model dengan jumlah objek fisik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengayaan semantik massal berbasis IfcOpenShell mampu meningkatkan konsistensi, ketercakupan, dan kepadatan informasi nongeometrik pada model IFC. Pendekatan ini mendukung interoperabilitas OpenBIM dan berpotensi memperkuat pengelolaan aset irigasi berbasis data secara lebih terstruktur dan informatif.