Indeks Kekasaran Permukaan Jalan (International Roughness Index, IRI) merupakan indikator utama kinerja fungsional perkerasan. Nilai IRI di masa mendatang umumnya diprediksi menggunakan Model Paterson yang dikembangkan dari basis data internasional, namun keandalannya pada kondisi lokal Indonesia yang beriklim tropis basah dengan curah hujan tinggi dan mengalami beban lalu lintas berat belum sepenuhnya teruji. Penelitian ini bertujuan menganalisis akurasi Model Paterson dalam memprediksi IRI, mengidentifikasi faktor penyebab deviasi prediksi, serta memodelkan hubungan antara IRI dan lendutan. Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Nasional bertipe perkerasan lentur di Provinsi Banten menggunakan data IRI hasil pengukuran ROMDAS dan data lendutan Falling Weight Deflectometer, yang menghasilkan 385 segmen untuk periode satu tahun dan 146 segmen untuk periode dua tahun. Akurasi prediksi dievaluasi terhadap nilai IRI lapangan dan dilengkapi uji sensitivitas koefisien lingkungan, kalibrasi konstanta model, serta analisis regresi log-linear.
Hasil penelitian menunjukkan Model Paterson hanya menangkap sekitar 52% variasi IRI pada periode satu tahun dan cenderung memberikan nilai lebih rendah daripada kondisi lapangan, dengan ketelitian yang menurun nyata pada periode dua tahun. Uji sensitivitas membuktikan deviasi prediksi bukan berasal dari koefisien lingkungan, melainkan dari karakteristik struktural perkerasan dan faktor lokal yang belum terakomodasi dalam model asli. Kalibrasi konstanta model dari 1,04 menjadi 1,1147 berhasil mengoreksi bias pada periode satu tahun, namun belum cukup meningkatkan akurasi pada periode 2 tahun. Hubungan antara IRI dan lendutan secara statistik terbukti sangat lemah. Sebagai alternatif, Model regresi lokal sederhana yang dikalibrasi langsung dengan data lapangan secara statistik lebih stabil dibandingkan Model Paterson. Kebaruan penelitian ini adalah pembuktian bahwa peningkatan akurasi prediksi IRI lebih efektif dicapai melalui kalibrasi lokal, dibandingkan penyesuaian koefisien, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen perkerasan jalan di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB