Abstrak - Rizqi Andhika Pratama
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengelolaan makanan sisa di kantin kampus masih bertumpu pada penilaian kesegaran
secara subjektif melalui indra penciuman dan penglihatan penjual. Cara ini
tidak konsisten dan tidak menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan
sehingga keputusan untuk menyimpan, mendonasikan, atau membuang makanan
kerap keliru dan menambah pemborosan pangan. Kondisi ini menuntut adanya klasifikasi
kesegaran makanan yang objektif, dan sebagai langkah fondasionalnya penelitian
ini menganalisis serta membandingkan model machine learning dan metode
pembagian data yang paling tepat untuk mengklasifikasikan kesegaran nasi putih
dari sinyal sensor gas MQ pada konteks platform Smart Canteen. Penelitian disusun
mengikuti kerangka kerja Cross Industry Standard Process for Data Mining
(CRISP-DM). Data dikumpulkan secara mandiri menggunakan sensor MQ2, MQ4,
MQ135, dan DHT22 selama proses pembusukan nasi putih pada empat trial di hari
yang berbeda. Pelabelan kelas fresh dan spoiled ditetapkan berdasarkan literatur
mikrobiologi pertumbuhan Bacillus cereus pada nasi matang, yaitu ambang sekitar
enam jam pada suhu ruang. Empat algoritma klasifikasi, yaitu Logistic Regression,
Decision Tree, Random Forest, dan K-Nearest Neighbor, dibandingkan dengan dua
teknik pembagian data, yaitu random split dan grouped split per trial. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa random split memberikan akurasi pelatihan yang tampak
sangat tinggi pada model kompleks, tetapi bersifat terlalu optimis akibat kebocoran
data dari autokorelasi sinyal sensor. Ketika diuji pada trial validasi yang terpisah,
hanya skema grouped split yang menghasilkan kinerja konsisten dan realistis,
dengan Logistic Regression menjadi model yang paling mampu menggeneralisasi,
yaitu accuracy 0,732 dan AUC 0,971, sekaligus mengenali hampir seluruh sampel
spoiled. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi sensor gas MQ dan machine
learning dengan evaluasi grouped split merupakan pendekatan yang valid dan
dapat diandalkan untuk klasifikasi kesegaran nasi putih secara objektif. Temuan ini
menjadi fondasi yang membuka peluang integrasi hasil klasifikasi ke dalam alur
pengelolaan makanan sisa di Smart Canteen pada pengembangan selanjutnya.
Perpustakaan Digital ITB