digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Model linier campuran merupakan pendekatan statistik yang sesuai untuk menganalisis data dengan pengukuran berulang, seperti kadar gula darah puasa pasien diabetes pada kunjungan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perubahan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Soedarso dengan mempertimbangkan variasi antar-pasien sebagai efek acak selama periode rawat jalan. Data yang digunakan berupa pengukuran berulang kadar gula darah puasa pada setiap kunjungan rawat jalan, dengan usia, indeks massa tubuh, komorbid, dan jenis kelamin sebagai efek tetap, serta pasien sebagai efek acak. Transformasi log, transformasi Box-Cox, dan transformasi Yeo-Johnson pada variabel gula darah puasa digunakan untuk memenuhi asumsi model linier campuran. Pengaplikasian transformasi Yeo-Johnson merupakan kebaruan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model linier campuran dengan transformasi Yeo-Johnson memberikan performa terbaik karena memiliki nilai AIC dan BIC yang paling kecil berturut-turut sebesar -364,71 dan -317,23. Model linier campuran dengan transformasi Yeo-Johnson terbaik yang merepresentasikan data pasien dibangun oleh variabel interaksi antara usia dan indeks massa tubuh, interaksi antara usia dan jenis kelamin perempuan, serta variasi acak dari pasien. Efek acak pasien terbukti signifikan karena memiliki komponen variansi antar-pasien yang lebih besar daripada variansi dalam-pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan heterogenitas pasien dalam pemodelan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes.