digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fera Gusyifa
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Gempa Mw 5.6 dengan intensitas MMI V-VI yang terjadi di Cianjur pada 21 November 2022 dipicu oleh sistem sesar berpasangan (conjugate fault) berarah NNW-SSE dan WSW-ENE pada kedalaman sekitar 11 km. Kejadian ini mengakibatkan korban jiwa 602 orang, 7.504 bangunan rusak, dan memicu longsor. Kerusakan yang ditimbulkan oleh Gempa Cianjur relatif signifikan, hal ini kemungkinan dipengaruhi kondisi lapisan bawah permukaan yang labil, hiposenter gempa yang dangkal, ataupun standar kualitas bangunan yang belum memadai. Untuk memahami kondisi tersebut, diperlukan pendekatan studi geofisika. Studi ini mengkaji respons seismik lokal dan kondisi bawah permukaan berdasarkan kecepatan gelombang geser (Vs) untuk mengidentifikasi potensi amplifikasi gelombang seismik. Data mikrotremor yang digunakan berjumlah 255 titik yang tersebar di Kabupaten Cianjur dengan jarak antar titik adalah 500 m. Metode yang digunakan adalah Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR), inversi eliptisitas, dan integrasi dengan data kerusakan serta kondisi geologi. Hasil penelitian menunjukkan amplifikasi signifikan di beberapa area, dengan variasi nilai frekuensi dominan (f0) antara 0.55 hingga 19.36 Hz dan nilai faktor amplifikasi (A0) antara 1.09 hingga 14.53. Beberapa area dengan amplifikasi tinggi tersebut bertepatan dengan data kerusakan dari BNPB. Berdasarkan profil 1D dan model pseudo-3D Vs terlihat pola struktur yang memiliki nilai Vs rendah (200-500 m/s) dengan kedalaman antara 30-150 m, dibawahnya terdapat zona dengan Vs menengah (500- 650 m/s). Sedangkan engineering bedrock (Vs >750 m/s) membentuk pola bergelombang yang kontinu pada kedalaman 80-200 m. Nilai Vs30 berada pada rentang kelas batuan lunak hingga sedang-keras, dengan klasifikasi situsii didominasi kelas SC menurut SNI, dan C menurut NEHRP. Nilai Vs rendah bertepatan dengan data kerusakan BNPB dan juga amplifikasi tinggi, kondisi ini juga didukung oleh kondisi litologi yang tersusun dari batuan vulkanik dengan dugaan endapan sedimen.