Tahap preliminary work pada megaproyek strategis nasional merupakan fase awal yang menentukan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Risiko pada tahap ini akan bersifat propagated risk, apabila tidak dikelola secara sistematis, berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya, keterlambatan jadwal, serta pengambilan keputusan yang kurang optimal pada fase berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko pada tahap preliminary work serta mengkuantifikasi biaya risiko dan konsekuensi keterlambatan proyek sebagai dasar pengambilan keputusan proyek. Metode penelitian dilakukan melalui proses manajemen risiko yang mengacu pada kerangka kerja SNI ISO 31000, meliputi identifikasi, analisis, evaluasi, perlakuan, serta pemantauan risiko. Selanjutnya, dilakukan analisis biaya risiko dan konsekuensi keterlambatan proyek untuk menilai besarnya potensi dampak finansial dari risiko-risiko yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa risiko utama pada tahap preliminary work memiliki eksposur biaya yang signifikan dan berpengaruh terhadap kelayakan serta strategi pelaksanaan proyek. Berdasarkan studi kasus, biaya preliminary work mewakili sekitar 0,02% dari total investasi atau sekitar 76 miliar rupiah. Meskipun kontribusinya relatif kecil, keputusan yang salah dapat mengakibatkan potensi kerugian hingga 586 triliun rupiah. Risiko dari preliminary work bersifat propagated risk yang dapat memicu dampak yang lebih besar, yang artinya manajemen risiko dan kualitas pengambilan keputusan memiliki peran penting dalam pelaksanaan megaproyek.
Perpustakaan Digital ITB