Meningkatnya permintaan layanan transportasi kereta api di Indonesia menjadikan pentingnya manajemen inventaris untuk suku cadang perawatan yang kritis, terutama pelumas lokomotif. Di antara seluruh inventaris, inventaris kereta api Bernama Diloka memberikan kontribusi nilai penggunaan tertinggi di semua wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero), termasuk di Daop 1 Jakarta. Studi ini menganalisis praktik manajemen inventaris pelumas lokomotif Diloka di Daop 1 Jakarta, yang telah diidentifikasi terjadi kekurangan stock berulang dan tingkat layanan yang tidak terpenuhi antara tahun 2021 hingga 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana analisis manajemen inventaris dapat mengoptimalkan tingkat inventaris, meningkatkan tingkat layanan, dan mengurangi biaya inventaris.
Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan analisis ABC, analisis tingkat layanan, pengukuran lead time, perhitungan stok pengaman, dan model kuantitas pesanan ekonomis. Temuan menujukan bahwa metode tersebut dapat meningkatkan tingkat layanan dan mengurangi biaya persediaan. Tingkat persediaan optimal Diloka untuk meningkatkan tingkat layanan dari 78% menjadi 98% di Daop 1 Jakarta Adalah dengan menyediakan stok pengaman sebanyak 5.007 liter, dengan titik pemesanan ulang sebesar 16.366 liter. Selain itu, dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), biaya persediaan dapat dikurangi sebesar Rp 112.085.709.
Perpustakaan Digital ITB