digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Aktivitas logistik menyumbang porsi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) global, dengan mayoritas emisi berasal dari transportasi barang; proses pengiriman umumnya terbagi menjadi first mile (tahap pengambilan barang dari pengirim), middle mile (pengangkutan antar-titik distribusi), dan last mile (pengantaran ke penerima akhir). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil emisi GRK dan hotspot (titik kritis) emisi GRK berdasarkan tahapan (leg) serta jenis kendaraan pada pengiriman barang dalam kota, antarkota, dan antarpulau Perusahaan X; menganalisis secara komparatif intensitas emisi GRK Perusahaan X melalui metode benchmarking terhadap penyedia jasa logistik berskala global; serta menyusun rekomendasi alternatif dalam upaya meminimalkan jejak karbon pada rantai pasok pengiriman Perusahaan X. Inventarisasi emisi dilakukan dengan pendekatan berdasarkan GHG Protocol dan ISO 14083, menggunakan faktor emisi GLEC Framework dan DEFRA UK, pada rute-rute representatif yang dipilih secara purposif dari data pengiriman perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan emisi rata-rata per paket meningkat seiring bertambahnya jarak dan kompleksitas rantai transportasi, dari 0,296 kg CO2e pada rute dalam kota hingga 7,41 kg CO2e pada rute antarpulau udara jarak jauh (>2000 km). Tahap middle mile secara konsisten menjadi hotspot emisi terbesar pada seluruh koridor, dengan truk CDD L (truk boks berukuran sedang-besar), sepeda motor, dan kapal sebagai kendaraan dominan. Hasil benchmarking menunjukkan intensitas emisi Perusahaan X lebih tinggi dibandingkan Kuehne+Nagel, terutama pada moda laut dan udara, akibat penggunaan armada berukuran lebih kecil dengan efisiensi bahan bakar per tonkilometer yang lebih rendah. Rekomendasi mitigasi meliputi optimalisasi konsolidasi muatan dan rute digital pada tahap middle mile, migrasi ke kendaraan rendah emisi pada tahap pengambilan dan pengantaran, serta penetapan standar emisi minimum bagi kendaraan vendor pihak ketiga.