digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Neodimium dan praseodimium (Nd?Pr) merupakan unsur tanah jarang strategisuntuk magnet permanen NdFeB, sedangkan monasit sebagai mineral pembawanyabanyak terdapat sebagai mineral ikutan pada sisa hasil pengolahan (SHP) timah diBangka yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini menganalisis secara konseptualkelayakan investasi pengolahan monasit dari SHP timah darat menjadi Nd?Pralloy.Estimasi produksi diturunkan dengan pendekatan neraca massa mulai darirun ofmine, SHP atau amang, monasit yang dapat di-recovery, hingga Nd?Pralloypadatiga skenario, yaitu Potensi Sumber Daya Monasit, Skala Minimum Ekonomis, danIntegrasi Kapasitas Timah Domestik, sedangkan kelayakannya dievaluasimenggunakan NPV, IRR, danpayback periodpada WACC 15,17% dengan umurproyek 20 tahun. Skenario Potensi Sumber Daya Monasit menetapkan target9.000ton monasityangterkandung dalam amangdryper tahun yang setara denganproduksi Nd?Pralloysekitar 342,43 ton per tahun dan layak secara ekonomi,dengan NPV positif sekitar Rp13,15 miliar, IRR 15,43%, danpayback period7tahun. Skala minimum ekonomis, yaitu titik impas dengan NPV mendekati nol,tercapai pada kapasitas sekitar 8.965 ton monasit atau 341,11 tonNd?Pralloypertahun, dengan IRR setara WACC danpayback period7 tahun. Skenario IntegrasiKapasitas Timah Domestik menempatkan fasilitas Nd?Pr pada skala minimumtersebut dan menguji kecukupan umpan dari produksi timah darat dengan asumsiporsi tambang darat 30%. Dengan demikian, skala minimum yang ekonomis beradadekat dengan target pemanfaatan sumber daya, sehingga pemanfaatan monasitmenjadi Nd?Pralloylayak apabila pasokan umpan pada kisaran tersebut dapatdipenuhi secara konsisten.