Aksesibilitas jalur pedestrian di kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung
(ITB) Ganesha belum sepenuhnya menerus dan dapat diakses secara mandiri oleh
penyandang disabilitas fisik pengguna alat bantu jalan. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi konektivitas dan aksesibilitas jaringan jalur pedestrian eksisting
serta merumuskan kebijakan perbaikannya. Metode campuran digunakan,
memadukan analisis kuantitatif berbasis teori graph (indeks konektivitas alpha,
beta, gama) dengan analisis kualitatif dari wawancara dan kuesioner terhadap
civitas akademik ITB Tahun Ajaran 2025/2026. Kawasan kajian dibagi menjadi
empat zona sebagai simpul jaringan, dianalisis pada kondisi pengguna
nondisabilitas dan disabilitas. Hasil menunjukkan angka siklomatik negatif pada
kedua kondisi, dengan indeks konektivitas kondisi disabilitas (alpha -0,636; beta 0;
gama 0) jauh lebih rendah dibandingkan kondisi nondisabilitas (alpha -0,091; beta
0,75; gama 0,333), menandakan jaringan antarzona belum terhubung bagi
pengguna alat bantu jalan. Aksesibilitas ruas eksisting secara keseluruhan hanya
52,679%, dengan faktor pengaruh utama berupa geometri ramp (62,264%),
hambatan pada ruas (47,17%), dan lebar ruas (25,472%). Berdasarkan temuan ini,
diusulkan kebijakan perbaikan berupa pembangunan jalur beratap baru, perbaikan
hambatan dan geometri ramp, penambahan curb ramp, serta pengadaan rambu dan
papan petunjuk untuk mendukung mobilitas mandiri penyandang disabilitas di
kawasan kampus.
Perpustakaan Digital ITB