BAB 1 Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Fredy Allan Susanto
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terowongan tambang bawah tanah di wilayah tropis menerima beban panas dari
dinding batuan dan peralatan sehingga kondisi udara mudah melampaui ambang
kenyamanan termal. Penelitian ini menganalisis kondisi udara pada terowongan
buntu skala laboratorium (7.2 m × 0.4 m × 0.4 m) dengan dua duct ventilasi 100
mm, ketika sebuah alat bergerak berperan sebagai sumber panas berpindah.
Simulasi transien menggunakan ANSYS Fluent dengan model turbulensi kdan
pendekatan Boussinesq divalidasi terhadap empat run laboratorium (Run 2, 5,
8, dan 11) pada daya alat 5 W, menghasilkan galat rata-rata temperatur efektif
2.76% (MAE 0.65 °C), temperatur bola kering 3.68%, dan kelembapan relatif
6.73%, sehingga model layak untuk analisis tren. Dua belas skenario tren
disimulasikan pada daya alat 42 W, mengombinasikan empat skema suhu dinding
(27, 29, 31, dan bertingkat 27 29 31 °C) dengan tiga daya kipas (105, 150, dan 240
W). Pergerakan alat membentuk jejak panas transien dengan puncak saat alat
berada di area loading (t = 600 s). Kenaikan suhu dinding 27 °C ke 31 °C menaikkan
temperatur efektif rata-rata 1.10 1.15 °C, sedangkan kenaikan daya kipas 105 W
ke 240 W menurunkannya 0.54 0.60 °C, sehingga suhu dinding lebih dominan
pada rentang parameter yang diteliti. Sepuluh dari dua belas skenario memenuhi
ambang 27 °C; skema 31 °C dan skema bertingkat pada 105 W melampauinya
sehingga diperlukan daya kipas minimal 150 W. Rekomendasi ini bersifat spesifiklokasi
(acuan kedalaman 200 300 m) sehingga penerapannya di tambang lain
memerlukan penyesuaian elevasi permukaan dan gradien geotermal setempat.
Perpustakaan Digital ITB