Model deteriorasi perkerasan berperan penting dalam sistem manajemen aset jalan
karena digunakan untuk memperkirakan perubahan kondisi jalan dan menentukan
kebutuhan penanganan di masa mendatang. Proses deteriorasi perkerasan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lalu lintas, kondisi lingkungan dan banjir,
sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mengakomodasi ketidakpastian
tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh banjir dan lalu lintas terhadap
perubahan kondisi perkerasan jalan berdasarkan nilai International Roughness
Index (IRI) dan Pavement Condition Index (PCI), serta memprediksi kondisi
perkerasan di masa mendatang menggunakan pendekatan Markov Chain Monte
Carlo (MCMC). Data yang digunakan meliputi nilai IRI dan PCI tahun 2020–2024,
data lalu lintas, curah hujan, riwayat penanganan, dan kejadian banjir pada ruas
jalan nasional di Provinsi Banten. Prediksi dilakukan menggunakan Matriks
Probabilitas Transisi (MPT) yang dikombinasikan dengan simulasi Monte Carlo
menggunakan beberapa distribusi probabilitas, yaitu uniform, beta simetris, beta
right-skewed, dan beta left-skewed. Pemilihan distribusi terbaik dilakukan melalui
validasi terhadap data historis menggunakan metode Mean Absolute Percentage
Error (MAPE). Hasil proyeksi kemudian dibandingkan dengan model HDM-III
Paterson dan IRMS V.3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan yang terdampak banjir mengalami
penurunan kondisi yang lebih cepat dibandingkan ruas yang tidak terdampak banjir.
Selain mampu menggambarkan ketidakpastian kondisi perkerasan melalui
distribusi probabilitas, model MCMC menghasilkan proyeksi penurunan kondisi
yang lebih mendekati data observasi dibandingkan model HDM-III Paterson dan
IRMS V.3.
Perpustakaan Digital ITB