digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Sandi Aditya
PUBLIC Open In Flipbook Yuliani Astuti

Pemetaan batimetri perairan dangkal dapat dilakukan menggunakan berbagai teknologi dengan karakteristik, keunggulan, dan keterbatasan yang berbeda. Airborne LiDAR Bathymetry (ALB), Unmanned Aerial Vehicle Structure-from-Motion (UAV-SfM), dan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) merupakan teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi kedalaman perairan dangkal. Perbedaan karakteristik tersebut menyebabkan pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan berbagai aspek secara terpadu sesuai dengan kebutuhan pemetaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif karakteristik dan kinerja ALB, UAV-SfM, dan SDB, serta menyusun prioritas dan rekomendasi pemilihan teknologi untuk pemetaan batimetri perairan dangkal. Penelitian menggunakan data aktual dari proyek pemetaan yang dilaksanakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), yang terdiri atas data ALB, UAV-SfM, dan SDB. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek evaluasi, yaitu ekonomi, teknis, akurasi, operasional, dan produk data. Identifikasi faktor strategis dilakukan menggunakan analisis SWOT, sedangkan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria. Selanjutnya, Weighted Linear Combination (WLC) digunakan untuk menentukan prioritas alternatif berdasarkan bobot kriteria dan nilai kinerja masing-masing teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap teknologi memiliki keunggulan dan keterbatasan yang berbeda pada aspek yang dievaluasi. SDB menunjukkan keunggulan pada aspek ekonomi dan operasional, ALB pada aspek teknis dan kelengkapan produk data, sedangkan UAV-SfM memiliki keunggulan pada aspek akurasi. Berdasarkan hasil analisis, SDB menjadi alternatif dengan prioritas tertinggi, diikuti oleh UAV-SfM dan ALB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat satu teknologi yang unggul pada seluruh aspek, sehingga pemilihan teknologi perlu disesuaikan dengan tujuan pemetaan, cakupan wilayah, kebutuhan ketelitian, kondisi lingkungan, dan sumber daya yang tersedia.