digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Agel Vidian Krama
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Analisis risiko gempa bumi di kawasan perkotaan memerlukan model data bangunan yang mampu merepresentasikan geometri, fungsi, nilai keterpaparan, dan kerentanan bangunan secara terintegrasi. Namun, kajian risiko gempa di Indonesia masih banyak menggunakan data spasial dua dimensi sehingga informasi tinggi bangunan, jumlah lantai, atribut semantik, dan klasifikasi taksonomi belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan membangun model data digital bangunan berbasis integrasi CityGML, Building Information Modeling/Industry Foundation Classes (BIM/IFC), dan Global Earthquake Model (GEM) Taxonomy untuk mendukung perhitungan risiko kerusakan dan kerugian ekonomi akibat gempa bumi pada peta 3D kota. Model yang dikembangkan terdiri atas model taksonomi bangunan, model keterpaparan, dan model risiko gempa berbasis objek bangunan. Studi kasus dilakukan di Kecamatan Sumur Bandung untuk representasi kawasan perkotaan berbasis CityGML LOD0 dan LOD1, serta bangunan terpilih di Kampus ITB Ganesha untuk representasi detail berbasis BIM/IFC. Metode penelitian meliputi ekstraksi geometri bangunan, identifikasi fungsi dan atribut bangunan, pemetaan parameter GEM Taxonomy, perhitungan nilai keterpaparan berdasarkan luas bangunan, jumlah lantai, standar harga satuan bangunan, dan koefisien bangunan bertingkat, serta integrasi bahaya, keterpaparan, dan kerentanan untuk estimasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Sumur Bandung terdapat 6.740 objek bangunan dengan dominasi Masonry Confined Frame (MCF) sebesar 74% dan Concrete Frame (CF) sebesar 26%. Nilai exposure meningkat dari Rp7.082.020.709.843 pada LOD0 menjadi Rp7.973.392.215.100 pada LOD1. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kedetailan geometri berpengaruh terhadap estimasi aset dan input risiko. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka integratif pemodelan bangunan 3D untuk analisis risiko gempa dan mendukung peningkatan kapasitas mitigasi bencana perkotaan berbasis data spasial.