digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bangunan tinggi memerlukan sistem penahan gaya lateral yang cukup untuk mengontrol simpangan yang terjadi akibat beban lateral seperti gempa sekaligus meminimalkan kerusakan struktur. Sistem Outrigger Buckling-Restrained Brace (OTBRB) menawarkan kombinasi peningkatan kekakuan lateral dan disipasi energi, namun kinerja seismiknya masih memerlukan evaluasi melalui pendekatan Performance-Based Seismic Design (PBSD). Studi ini mengevaluasi kinerja struktur pada bangunan tinggi 140m sebanyak 35 lantai menggunakan sistem corewall dan single OTBRB yang dimodelkan menggunakan ETABS. Preliminary design dilakukan untuk menentukan perletakan sistem OTBRB yang optimal terhadap simpangan puncak maksimum dan dimensi komponen stuktur. Sistem OTBRB dirancang agar BRB mengalami leleh lebih dahulu pada tingkat MCER sementara plastisitas pada corewall berada dalam kinerja yang dipersyaratkan dengan metode Pushover Analysis. Selanjutnya dilakukan evaluasi berdasarkan konsep PBSD melalui pemeriksaan kinerja pada tingkat Service Level Earthquake (SLE) dan tingkat Maximum Considered Earthquake (MCER). Hasil evaluasi kinerja untuk struktur dengan sistem OTBRB diperoleh bahwa struktur dengan perletakan Outrigger efektif pada 2/3H bangunan dengan memberikan reduksi simpangan puncak maksimum sebesar 26% dibandingkan struktur corewall-only system. Pada tingkat SLE, kriteria penerimaan untuk seluruh komponen forcedcontrolled dan deformation-controlled memiliki DCR<1.0 dan penerimaan global ditemukan simpangan antar lantai <0.5%. Pada tingkat MCER struktur memenuhi seluruh target PBSD dengan simpangan antar lantai maksimum <3%, simpangan maksimum puncak bangunan <2% dan simpangan residual <1% dengan komponen force controlled memiliki DCR <1.0 dan komponen deformation controlled memiliki DCR <1.5. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sistem OTBRB yang didesain leleh pada tingkat MCER mampu meningkatkan kekakuan lateral, mengurangi simpangan struktur, dan memenuhi target kinerja PBSD pada tingkat SLE dan MCER sehingga berpotensi menjadi alternatif sistem lateral untuk bangunan tinggi di wilayah gempa tinggi.