Abstrak - FAREL MUHAMMAD AFGHANI
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terowongan ganda bertumpuk vertikal (stacked twin tunnel) pada Proyek MRT Jakarta Fase 2 (CP202) melintasi lapisan tanah lempung lunak berlapis yang rentan terhadap deformasi seismik, sehingga penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik dan integritas struktural lining segmental terowongan menggunakan metode pseudo-statis berdasarkan SNI 9366:2025.
Analisis dilakukan melalui pemodelan elemen hingga dua dimensi menggunakan PLAXIS 2D dengan model konstitutif Hardening Soil. Profil deformasi geser bebas ditentukan dari percepatan puncak batuan dasar yang diamplifikasi untuk kelas situs SE, dikonversi menjadi regangan geser maksimum per lapisan, dan diaplikasikan sebagai prescribed displacement pada batas lateral model untuk kondisi FEE dan SEE.
Hasil menunjukkan Tunnel 2 pada lapisan lempung sangat lunak (AC1), dengan rasio fleksibilitas lebih kecil dari satu, jauh lebih sensitif terhadap beban seismik dibandingkan Tunnel 1 pada lapisan pasir padat, momen lentur Tunnel 2 meningkat hingga 400,8% pada SEE, sedangkan Tunnel 1 relatif stabil. Studi parametrik variasi tebal lining (250, 300, 350 mm) menunjukkan penambahan tebal lebih efektif mereduksi ovaling pada tanah lunak dibandingkan tanah kaku. Evaluasi integritas lining sesuai SNI 2847:2019, dengan ?=0,65 untuk statis dan FEE serta ?=1,0 untuk SEE, menunjukkan seluruh titik evaluasi berada dalam envelope kapasitas. Ratio tertinggi 0,95 (Tunnel 1, statis, springline) dan 0,82 (Tunnel 2, SEE, invert), mengkonfirmasi konfigurasi lining eksisting CP202 memadai memikul beban statis, surcharge, dan seismik pada segmen tinjauan.
Perpustakaan Digital ITB