Penambangan batu bara dengan metode terbuka merupakan salah satu teknik yang paling
sering digunakan, di mana proses penggalian berbentuk kerucut dilakukan untuk
mengeksploitasi endapan dekat permukaan yang bersifat non selektif dan berkadar rendah.
Metode ini menghasilkan air tambang dalam volume besar, terutama di daerah dengan
limpasan tinggi, sehingga pengolahan air tambang menjadi sangat penting untuk mencegah
dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia air tambang batu bara dari beberapa titik
pengambilan sampel, serta menentukan metode pengolahan yang efisien melalui uji
sedimentasi dan koagulasi-flokulasi (jar test). Analisis dilakukan terhadap parameter pH,
konduktivitas, TSS, TDS, serta kandungan logam Fe dan Mn. Hasil analisis fisikokimia
menunjukkan variasi parameter pada tiga titik sampel, yaitu pH sebesar 6,43; 7,22; dan
3,43; konduktivitas 787,4 µS/cm; 1.576 µS/cm; dan 1.483 µS/cm; TSS 1.725 mg/L; 6.110
mg/L; dan 1.514 mg/L; serta TDS 942,1 mg/L; 686 mg/L; dan 1.138 mg/L. Konsentrasi
logam Fe terdeteksi sebesar 33,4 mg/L; 70,7 mg/L; dan 28,9 mg/L, sedangkan Mn sebesar
5,73 mg/L; 9,27 mg/L; dan 8,5 mg/L. Uji koagulasi-flokulasi dengan metode jar test
menghasilkan dosis koagulan optimal berbeda untuk setiap titik sampel: Alum (tawas) 200
mg/L untuk titik pertama (TSS akhir 34 mg/L, pH akhir 4,3), Alum 50 mg/L untuk titik
kedua, dan kapur tohor 600 mg/L untuk titik ketiga. Seluruh dosis koagulan tersebut
terbukti mampu menghasilkan efisiensi penyisihan TSS yang tinggi dan memenuhi baku
mutu air limbah, sehingga dapat direkomendasikan sebagai solusi pengolahan air tambang
batu bara yang efektif dan ramah lingkungan.
Perpustakaan Digital ITB