digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abtrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi metana menggunakan air lindi segar dalam kondisi terkendali untuk menilai kelayakan air lindi dalam menghasilkan metana serta mengestimasi potensi energi teoretis yang dapat diperoleh darinya. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran parameter sampel seperti volatile suspended solids (VSS), pH, chemical oxygen demand (COD), dan suhu. Penelitian ini menciptakan kondisi yang sesuai untuk proses digesti anaerobik menggunakan reaktor anaerobik skala laboratorium untuk mengukur volume gas yang dihasilkan, yang kemudian dianalisis untuk menentukan komposisi metana dalam gas tersebut. Energi teoretis yang dapat dihasilkan dari perolehan metana tersebut dihitung berdasarkan referensi literatur. Variasi dalam penelitian ini mencakup tahap aklimatisasi dan tahap operasional, dengan variasi pemasukan air lindi 0,5 L/hari, 1 L/hari, dan 1,25 L/hari. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi mana yang menghasilkan volume gas dan metana tertinggi. Perolehan metana dari total gas yang dihasilkan dihitung menggunakan metode perpindahan air untuk mengukur volume, serta perangkat Gas Chromatography – Thermal Conductivity Detector (GC-TCD) untuk mengukur konsentrasi metana. Hasilnya menunjukkan bahwa Variasi 2 menghasilkan jumlah gas tertinggi (16.325 ml) dan estimasi perolehan metana tertinggi (6.311 ml) selama periode 40 hari, serta mencapai potensi energi maksimum tertinggi sebesar 0,159 kWh/m³ air lindi. Namun, kondisi fisik dan kimia reaktor belum mencapai kondisi optimal. Oleh karena itu, variasi tersebut hanya dikategorikan sebagai kondisi yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya, bukan sebagai variasi yang optimal untuk produksi metana.