Tailing emas dari fasilitas penyimpanan tailing (tailing storage facility) di
Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah tergolong material Potentially Acid
Forming (PAF) berdasarkan uji statik, dengan NAPP +6,91 kg H?SO?/t dan NAG
pH 3,67, sehingga berpotensi membentuk Acid Mine Drainage (AMD). Penelitian
ini mengevaluasi dua biokatalis urease nabati, yaitu ampas tahu dan kacang kedelai
utuh, dalam teknologi Enzyme-Induced Carbonate Precipitation (EICP) untuk
memodifikasi geokimia tailing dan mereduksi mobilitas logam, dengan tailing
tanpa perlakuan sebagai kontrol. Efektivitas dievaluasi melalui karakterisasi awal
(sifat fisik, XRD, XRF), uji aktivitas enzim, uji inhibisi logam Cu dan Fe, Uji Statik
(ANC, NAG, NAPP) mengacu AMIRA P387A, uji pelindian (leaching dan TCLP),
SEM, indeks properti, serta UCS. Laju hidrolisis kedelai (183,2 u/g) jauh
melampaui ampas tahu (24,7 u/g). Perlakuan EICP meningkatkan ANC dari 2,64
menjadi 74,57 (kedelai) dan 63,91 kg H?SO?/t (tahu), menggeser klasifikasi dari
PAF menjadi Non-Acid Forming (NAF). Uji leaching menurunkan Fe hingga 93%
(kedelai) dan 91% (tahu) serta Cu 61%, sementara UCS mencapai 408 kPa (tahu)
dan 200 kPa (kedelai). Kedua biokatalis terbukti efektif sebagai agen pencegahan
AMD.
Perpustakaan Digital ITB