digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800



BAB 1 Frianto Fantovi Muaja
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Frianto Fantovi Muaja
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Frianto Fantovi Muaja
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Frianto Fantovi Muaja
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Frianto Fantovi Muaja
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan


Keruntuhan progresif mulai menjadi perhatian sejak terjadinya tragedi keruntuhan Gedung WTC pada 11 September 2001. Jembatan Mahakam II merupakan contoh nyata terjadinya keruntuhan progresif pada jembatan dimana kegagalan terjadi pada salah satu elemen sambungan di daerah tengah bentang jembatan yang mengakibatkan seluruh jembatan runtuh. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis untuk mengetahui keruntuhan progresif pada jembatan gantung tiga bentang. Terdapat tiga model jembatan yang dimodelkan dengan perbedaan dari tiap model yaitu pada jenis elemen rangka, aplikasi beban, asumsi keruntuhan, dan skenario menghilangkan hanger. Pemicu kegagalan pada jembatan diskenariokan terjadi karena hilangnya hanger ditengah bentang. Kenaikan gaya pada hanger-hanger lain ditinjau dan kegagalan hanger ditentukan oleh kapasitas dari elemen sambungan clamp. Dari hasil analisis kapasitas elemen clamp, diperoleh bahwa kapasitas elemen clamp cukup besar sehingga batasan kegagalan pada hanger tidak menggunakan seluruh kapasitas dari elemen clamp. Hasil analisis diperoleh untuk model jembatan dimana rangka jembatan dimodelkan sebagai elemen truss, ketika beberapa elemen hanger dan rangka mengalami kegagalan, jembatan menjadi tidak stabil. Untuk rangka jembatan yang dimodelkan sebagai elemen beam dengan asumsi tidak ada kegagalan pada rangka jembatan, kegagalan pada elemen hanger belakang jembatan akan tercapai jika cukup banyak hanger depan yang dihilangkan. Untuk rangka jembatan yang dimodelkan sebagai elemen truss dan beam dengan asumsi tidak terjadi kegagalan pada rangka, kegagalan pada elemen hanger jembatan terjadi dari tengah bentang secara beruntun sampai ke daerah pylon jembatan.