2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - COVER.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 1
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 2
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 3
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 4
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 5
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - BAB 6
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos 2026 TS PP LUTHFIYA RAUDINA SISKA 19223016 - PUSTAKA
PUBLIC Open In Flipbook Jufrizal Effendi, S.Sos
Pertumbuhan fashion lokal, saluran penjualan digital, dan minat konsumen terhadap produk yang lebih berkelanjutan menciptakan peluang baru dalam industri fashion. Namun, industri ini juga menghadapi tantangan lingkungan akibat limbah tekstil dan pola konsumsi fast fashion. Everrie sebagai merek women’s slow fashion menawarkan produk rompi dengan desain smart- casual dan klasik yang diproduksi dalam tahap kecil dan juga membawa nilai keberlanjutan. Sebagai bisnis fase awal, Everrie masih menghadapi tantangan, termasuk penjualan yang rendah dan belum stabil, brand awareness yang terbatas, kepercayaan pelanggan yang belum kuat, serta biaya pemasaran dan operasional yang relatif tinggi dibandingkan dengan pendapatan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran berupa pembuatan konten media sosial, digital advertising, kolaborasi nano dan mikro influencer, PR package, live shopping, affiliate marketing, partisipasi dalam offline event, serta kemitraan dengan consignment store. Kelayakan strategi dianalisis melalui pro forma financial statements selama tiga tahun dalam skenario optimistic, most likely, dan pessimistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Everrie layak secara finansial dengan rata-rata payback period (FCF) 29,50 bulan dan rata-rata discounted payback period 31,95 bulan. Selain itu, NPV menunjukkan nilai positif sebesar Rp250.967.040, Rp158.604.127, dan Rp80.229.394 untuk masing-masing skenario. IRR pada seluruh skenario berada di atas WACC 8,32%, yaitu 30.09%, 22.16%, dan 15.44%, serta PI juga berada di atas 1,00x, yaitu 1,74x, 1,47x, dan 1,24x. Dengan demikian, strategi pemasaran yang diusulkan layak diimplementasikan oleh Everrie, tetapi tetap disertai monitoring rutin untuk menjaga konsistensi pelaksanaan strategi, mengontrol biaya produksi dan pemasaran, serta memperkuat kesiapan operasional agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB