Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial rencana investasi usaha budidaya ikan nila menggunakan metode Biofloc Technology (BFT) yang dijalankan dalam skala usaha mikro dan kecil. Studi ini menggunakan pendekatan project-based financial feasibility analysis dengan studi kasus pada satu unit usaha budidaya ikan nila air tawar di Indonesia. Analisis dilakukan dengan menyusun proyeksi arus kas proyek dan mengevaluasi kelayakan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI).
Tingkat diskonto ditentukan berdasarkan Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang dihitung sesuai dengan karakteristik proyek. Biaya ekuitas dihitung menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan beta industri pertanian sebagai proksi risiko sistematis yang disesuaikan dengan struktur pendanaan proyek. Biaya utang didasarkan pada tingkat bunga pinjaman bank. Karena usaha beroperasi di bawah skema pajak final UMKM sebesar 0,5% atas omzet, biaya bunga tidak memberikan manfaat pengurang pajak sehingga tidak terdapat interest tax shield dalam perhitungan biaya modal.
Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek budidaya ikan nila dengan metode biofloc layak secara finansial, yang ditunjukkan oleh nilai NPV yang positif, IRR yang lebih tinggi dibandingkan WACC, serta nilai Profitability Index di atas satu. Analisis sensitivitas dan analisis skenario menunjukkan bahwa kelayakan proyek paling dipengaruhi oleh perubahan harga jual dan biaya pakan, yang merepresentasikan risiko pasar dan risiko operasional utama. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan investor dalam mengevaluasi keputusan investasi di sektor akuakultur dengan mempertimbangkan risiko dan regulasi pajak yang berlaku.
Perpustakaan Digital ITB