digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 PP TA Laroyba Setya Nuraulia 12122120 ABSTRAK
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Penentuan kedalaman transisi dari tambang terbuka menuju tambang bawah tanah merupakan keputusan penting karena setiap alternatif menghasilkan komposisi material penutup, tonase batubara, kebutuhan pengembangan, jadwal produksi, dan nilai ekonomi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menentukan skenario kedalaman transisi optimum pada tambang batubara berdasarkan Net Present Value (NPV) sebelum pajak, menganalisis pengaruh nilai kalor dan harga jual, serta membandingkan hasilnya dengan pendekatan konvensional break-even stripping ratio (BESR). Evaluasi dilakukan pada model endapan sintetis berupa satu lapisan batubara setebal 3 m dengan kemiringan 10°. Enam skenario kedalaman diskret dianalisis, yaitu OP0, OP100, OP200, OP300, OP400, dan OP500. Setiap skenario dievaluasi berdasarkan volume material penutup, alokasi tonase tambang terbuka dan longwall, panjang portal dan development, coal recovery, target produksi, pendapatan setelah royalti, biaya penambangan, arus kas tahunan, serta NPV pada tingkat diskonto 10%. Analisis sensitivitas diterapkan pada empat kategori kualitas batubara, yaitu 3.400, 4.100, 5.300, dan 6.322 kcal/kg GAR, dengan lima kondisi harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendalaman pit meningkatkan volume material penutup dan incremental stripping ratio secara tajam, sekaligus mengurangi tonase dan kebutuhan development longwall. Pada kondisi dasar 6.322 kcal/kg GAR dan harga jual USD 118/t, skenario OP100 menghasilkan NPV tertinggi sebesar USD 3,068 miliar, lebih tinggi daripada OP200 sebesar USD 2,765 miliar dan OP0 sebesar USD 0,702 miliar. Pendekatan BESR juga menetapkan OP100 sebagai skenario diskret terdalam yang masih memenuhi batas pengupasan ekonomis. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa OP100 merupakan pilihan paling stabil pada sebagian besar kombinasi kualitas dan harga, sedangkan OP0 dipilih pada harga sangat rendah dan OP200 mulai dipilih pada harga tinggi. Kurva NPV–harga menghasilkan switching price yang digunakan untuk menyusun peta keputusan kualitas–harga–kedalaman transisi. Hasil penelitian ini bersifat strategic screening dan menunjukkan alternatif terbaik di antara skenario yang diuji, bukan kedalaman optimum kontinu atau desain kelayakan akhir.