2026 PP TA Christine Alicia Simanjuntak 12122077 ABSTRAK
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Kromium (Cr) pada bijih nikel laterit dapat mengalami transformasi dari bentuk
trivalen (Cr³?) yang relatif stabil menjadi bentuk heksavalen (Cr??) yang bersifat
toksik, karsinogenik, dan mudah larut dalam air. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh pH, waktu reaksi, dan keberadaan mangan dan besi terhadap
pembentukan Cr?? pada enam jenis padatan nikel laterit menggunakan metode uji
bertingkat (batch test). Pengujian dilakukan menggunakan falcon tube 50 mL
dengan rasio padatan:cairan yaitu 1:20 pada variasi pH 6, 8, 10, 12, dan 14 dengan
waktu reaksi 0, 24, dan 168 jam, serta penambahan MnO? dan Fe?O? pada pH 7.
Konsentrasi Cr?? dan Cr total dianalisis menggunakan metode kolorimetri. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH meningkatkan pembentukan Cr??
dengan kondisi optimum pada pH 12, sedangkan pH 8 menghasilkan konsentrasi
terendah. Pada pH 14, konsentrasi Cr?? menurun setelah waktu reaksi lebih lama
akibat reduksi balik. Laju pembentukan Cr?? tertinggi umumnya terjadi dalam 24
jam pertama dan dipengaruhi oleh kandungan MnO, dengan sampel IC Ferrous
menunjukkan laju tercepat. Penambahan MnO? dan Fe?O? pada pH 7 juga
meningkatkan konsentrasi Cr?? secara signifikan (uji-t berpasangan, p<0,05). Hasil
penelitian ini memberikan informasi mengenai kondisi yang mendukung
pembentukan Cr?? sebagai dasar pengelolaan limbah dan air limpasan pada
pertambangan nikel.
Perpustakaan Digital ITB