digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Aisyah Nur Rohmah Hadi Putri
Terbatas  yana mulyana
» Gedung UPT Perpustakaan

Cedera otot merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami atlet sepak bola dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami kekambuhan. Penggunaan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) umum dilakukan untuk mengurangi nyeri dan inflamasi pascacedera. Namun, penggunaannya diduga dapat memengaruhi proses regenerasi jaringan otot. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil penggunaan NSAID serta menganalisis hubungannya dengan kejadian cedera otot berulang pada atlet sepak bola. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 94 atlet sepak bola pria yang memiliki riwayat cedera otot dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square, Fisher's exact, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NSAID, bentuk sediaan, waktu inisiasi, dan durasi penggunaan NSAID berhubungan dengan kejadian cedera otot berulang (p < 0,05). Selain itu, usia, frekuensi nyeri otot pascalatihan, tingkat keparahan cedera, dan return-to-play juga berhubungan dengan kejadian tersebut (p < 0,05). Dengan demikian, penggunaan NSAID dan beberapa karakteristik penggunaannya berhubungan dengan kejadian cedera otot berulang pada atlet sepak bola.