Surface Solar Irradiance (SSI) merupakan komponen penting dalam keseimbangan
energi permukaan dan ketersediaan sumber daya surya di Indonesia. Pada skala
intramusiman, Madden-Julian Oscillation (MJO) dapat memodulasi kondisi atmosfer
yang berkaitan dengan radiasi matahari permukaan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan MJO dengan SSI di Indonesia berdasarkan seluruh fase MJO
aktif serta mengidentifikasi variasinya antarwilayah dan antarmusim selama periode
1991–2020.
Data yang digunakan berupa Surface Solar Radiation Downwards (SSRD) ERA5
periode 1991–2020 dan indeks Real-time Multivariate MJO (RMM). MJO
dikategorikan aktif ketika amplitudo RMM lebih besar dari satu. Komponen musiman
SSI dihilangkan menggunakan nilai rata-rata dan tiga harmonik pertama, kemudian
anomali SSI dikompositkan berdasarkan delapan fase MJO pada lima regional
Indonesia dan empat musim klimatologis. Anomali clearness index
digunakan
sebagai parameter pendukung, sedangkan signifikansi diuji menggunakan uji t satu
sampel dua arah dengan p < 0,05.
Hasil menunjukkan bahwa fase 3-5 umumnya didominasi anomali SSI negatif, dengan
fase 4 menunjukkan pola anomali paling konsisten, karena seluruh regional memiliki
area signifikan 100% yang seluruhnya berupa anomali negatif. Sebaliknya, fase 7-8
didominasi anomali positif, sedangkan fase 1, 2, 5, dan 6 menunjukkan variasi
antarregional yang lebih besar. Pola anomali SSI juga menunjukkan perbedaan
antarmusim. Sebanyak 35 dari 40 kombinasi regional-fase (87,5%) menunjukkan
dan
yang sama-sama signifikan dengan arah anomali yang sama. Hasil ini
menunjukkan bahwa keterkaitan SSI dengan fase MJO aktif memiliki pola antarfase
yang jelas, tetapi tidak seragam antarwilayah dan antarmusim.
Perpustakaan Digital ITB