Reservoir rekahan alami batuan dasar telah menjadi target eksplorasi penting
khususnya di Cekungan Sumatera Selatan sejak pengeboran beberapa sumur
menunjukkan bukti yang kuat adanya akumulasi hidrokarbon pada batuan dasar.
Bahkan Cekungan Sumatra Selatan telah memberikan kontribusi produksi gas
yang cukup signifikan dari rekahan alami batuan dasar. Potensi hidrokarbon pada
rekahan alami batuan dasar juga dijadikan sebagai target eksplorasi di Blok
Batanghari yang merupakan bagian dari dari Sub-Cekungan Jambi yang terletak
di lereng utara Cekungan Sumatera Selatan.
Dari hasil pengeboran Hari-1, Kenanga-1, Kenanga-2 dan Kenanga-3,
menunjukkan fakta bahwa tidak semua sumur di struktur Kenanga menunjukkan
adanya akumulasi hidrokarbon. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua rekahan
pada batuan dasar menjadi tempat mengalirnya fluida. Sehingga penelitian ini
dilakukan untuk memahami geologi struktur yang terjadi pada struktur Kenanga
dan bagaimana penyebaran rekahan alami batuan dasar pada area tersebut agar di
Struktur Kenanga Blok Batanghari dapat dikembangkan menjadi lapangan gas
yang signifikan.
Penelitian dilakukan dengan melakukan penafsiran data sumur, khususnya data
log image yang diperoleh dari sumur Kenanga-1 untuk mengetahui klasifikasi
iv
rekahan, orientasi rekahan, densitas rekahan, apertur dan porositas rekahan yang
digabungkan dengan penafsiran data seismik 2D. Rekontruksi palinspastik
digunakan untuk mengetahui urutan dan peristiwa tektonik yang terjadi di area
penelitian. Pemodelan rekahan dilakukan untuk mengetahui penyebaran rekahan
pada Struktur Kenanga.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rekahan-rekahan terbuka yang terbentuk
pada Formasi Pendopo Bawah dan batuan dasar diakibatkan oleh tektonik sistem
kontraksional dengan orientasi arah tegasan maksimum baratdaya-timurlaut (NESW),
yang terjadi pada masa Pliosen-Pleistosen yaitu setelah Formasi Muara
Enim diendapkan. Pola-pola struktur yang ada di Blok Batanghari diperkirakan
disebabkan oleh pengaruh gerak mendatar (strike slip) di daerah Sub-cekungan
Jambi, yang berhubungan langsung dengan gaya-gaya transpresional dan
menghasilkan struktur bunga (flower structures).
Hasil pemodelan menujukkan bahwa rekahan akan terkonsentrasi pada area
sekitar patahan dan juga di area kurvatur maksimumnya. Sehingga area sumur
Kenanga-1 dan merupakan area yang mempunyai densitas rekahan yang cukup
tinggi.
Perpustakaan Digital ITB