Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik gelombang harian (normal sea
state) dan mengestimasi
Periode ulang 2, 10, 50, dan 100 tahun di perairan
Bangka Utara menggunakan pemodelan numerik SWAN (2010–2019) dengan
masukan angin ERA5 dan validasi satelit AVISO. Analisis nilai ekstrem (EVA)
menggunakan pendekatan Annual Maxima (AM) dan Peaks Over Threshold (POT)
kuantil 0,99 dengan membandingkan distribusi Gumbel, Weibull, GEV, dan GPD,
serta estimator MLE dan L-Moments. Hasil menunjukkan perairan didominasi
gelombang angin (wind-sea) dengan periode puncak
4–8 detik, memuncak pada
musim barat (DJF) dari arah utara sebesar 18,45% kejadian tahunan. Pada kondisi
ekstrem di Offshore, tinggi gelombang signifikan
periode ulang 100 tahun
mencapai 3,38–3,49 meter. Saat menjalar ke Nearshore, energi terdisipasi akibat
gesekan dasar dan depth-induced breaking, kecuali pada titik 5 Nearshore bernilai
2,897 m dan titik 1 Nearshore bernilai 2,666 m. Evaluasi goodness-of-fit
menunjukkan estimator L-Moments mengungguli Maximum Likelihood Estimation
(MLE) dalam mengatasi keterbatasan sampel, dan distribusi Weibull terpilih
sebagai model terbaik di 60% titik kajian dengan RMSE 0,0385–0,0587 meter. Sifat
bounded tail Weibull merepresentasikan batasan fisik akibat saturasi fetch semi
tertutup Laut Cina Selatan dan batas kecuraman gelombang.
Perpustakaan Digital ITB