digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rifki Galuh Nugraha
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik gelombang harian (normal sea state) dan mengestimasi Periode ulang 2, 10, 50, dan 100 tahun di perairan Bangka Utara menggunakan pemodelan numerik SWAN (2010–2019) dengan masukan angin ERA5 dan validasi satelit AVISO. Analisis nilai ekstrem (EVA) menggunakan pendekatan Annual Maxima (AM) dan Peaks Over Threshold (POT) kuantil 0,99 dengan membandingkan distribusi Gumbel, Weibull, GEV, dan GPD, serta estimator MLE dan L-Moments. Hasil menunjukkan perairan didominasi gelombang angin (wind-sea) dengan periode puncak 4–8 detik, memuncak pada musim barat (DJF) dari arah utara sebesar 18,45% kejadian tahunan. Pada kondisi ekstrem di Offshore, tinggi gelombang signifikan periode ulang 100 tahun mencapai 3,38–3,49 meter. Saat menjalar ke Nearshore, energi terdisipasi akibat gesekan dasar dan depth-induced breaking, kecuali pada titik 5 Nearshore bernilai 2,897 m dan titik 1 Nearshore bernilai 2,666 m. Evaluasi goodness-of-fit menunjukkan estimator L-Moments mengungguli Maximum Likelihood Estimation (MLE) dalam mengatasi keterbatasan sampel, dan distribusi Weibull terpilih sebagai model terbaik di 60% titik kajian dengan RMSE 0,0385–0,0587 meter. Sifat bounded tail Weibull merepresentasikan batasan fisik akibat saturasi fetch semi tertutup Laut Cina Selatan dan batas kecuraman gelombang.