digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Daerah aliran sungai di Bali menghadapi tantangan yang kompleks karena meningkatnya dampak perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, perubahan penggunaan lahan yang cepat, dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, khususnya di sepanjang Sungai Tukad Badung. Langkah-langkah mitigasi banjir yang efektif memerlukan penilaian risiko yang tepat, terutama melalui kuantifikasi fungsi bahaya dan fragilitas yang akurat. Mempertimbangkan terbatasnya data kerusakan dan ketidakpastian kedalaman genangan yang diamati, kurva fragilitas banjir yang dikalibrasi harus ditetapkan dengan mempertimbangkan ketidakpastian kedalaman genangan dari data yang diamati dan model numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurva fragilitas banjir empiris untuk bangunan di wilayah Bali dengan menggunakan pendekatan Bayesian. Data kerusakan bangunan dan kedalaman terkait diperoleh dari survei lapangan selama peristiwa banjir September 2025. Di sisi lain, simulasi numerik yang terkait dengan pemodelan hidrologi dan hidrolik dilakukan untuk mengevaluasi kedalaman genangan pada titik-titik survei yang sesuai. Berdasarkan kedalaman genangan numerik dan observasi, kurva fragilitas dengan metode bayesian dapat menggambarkan ketidakpastian dengan kondisi kerusakan yang diamati dan parameter hidrolik yang dimodelkan untuk dimodelkan secara eksplisit. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggabungkan simulasi hidrolik dan analisis statistik berbasis Bayesian dapat memberikan representasi kerentanan banjir yang lebih andal dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Metode yang diusulkan dapat berkontribusi pada evaluasi risiko banjir yang lebih memadai dan mendukung penanggulangan bencana di Bali.