Daerah aliran sungai di Bali menghadapi tantangan yang kompleks karena meningkatnya
dampak perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, perubahan penggunaan lahan yang cepat,
dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, khususnya di
sepanjang Sungai Tukad Badung. Langkah-langkah mitigasi banjir yang efektif memerlukan
penilaian risiko yang tepat, terutama melalui kuantifikasi fungsi bahaya dan fragilitas yang
akurat. Mempertimbangkan terbatasnya data kerusakan dan ketidakpastian kedalaman
genangan yang diamati, kurva fragilitas banjir yang dikalibrasi harus ditetapkan dengan
mempertimbangkan ketidakpastian kedalaman genangan dari data yang diamati dan model
numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kurva fragilitas banjir empiris untuk
bangunan di wilayah Bali dengan menggunakan pendekatan Bayesian. Data kerusakan
bangunan dan kedalaman terkait diperoleh dari survei lapangan selama peristiwa banjir
September 2025. Di sisi lain, simulasi numerik yang terkait dengan pemodelan hidrologi dan
hidrolik dilakukan untuk mengevaluasi kedalaman genangan pada titik-titik survei yang sesuai.
Berdasarkan kedalaman genangan numerik dan observasi, kurva fragilitas dengan metode
bayesian dapat menggambarkan ketidakpastian dengan kondisi kerusakan yang diamati dan
parameter hidrolik yang dimodelkan untuk dimodelkan secara eksplisit. Hasilnya menunjukkan
bahwa dengan menggabungkan simulasi hidrolik dan analisis statistik berbasis Bayesian dapat
memberikan representasi kerentanan banjir yang lebih andal dibandingkan dengan pendekatan
konvensional. Metode yang diusulkan dapat berkontribusi pada evaluasi risiko banjir yang
lebih memadai dan mendukung penanggulangan bencana di Bali.
Perpustakaan Digital ITB