digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 ADINDA FEBRIANTI ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Celah bibir dan langit-langit (CBL) merupakan kelainan kongenital akibat gagalnya penyatuan jaringan wajah pada Minggu ke-5 hingga ke-9 kehamilan, yang berdam-pak pada kondisi fisik dan perkembangan kesehatan anak. Faktor penyebabnya bersifat kompleks dan saling berkaitan yang meliputi aspek genetik, orangtua, serta lingkungan, sehingga berisiko menimbulkan multikolinearitas antarvariabel. Untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh secara signifikan digunakan model linear diperumum atau GLM yang menyesuaikan distribusi variabel dependen da-lam data. Sebelum digunakan GLM, multikolinearitas perlu diatasi terlebih dahulu dengan analisis komponen utama (AKU) sehingga tidak mengorbankan informasi dari setiap variabel. Informasi faktor CBL dalam data yang digunakan bersifat campuran, kategorikal dan numerik. Hal ini menyebabkan AKU klasik tidak dapat digunakan dalam penelitian ini karena hanya mampu mengatasi data numerik, se-hingga digunakan AKU kategorikal atau CATPCA yang melakukan pengskalaan maksimal dalam kuantifikasi setiap variabel secara sesuai. Data yang digunakan merupakan data sekunder hasil survei Tahun 2023 dengan 71 observasi dari Jawa Barat, 62 observasi dari Sulawesi Selatan, dan 133 observasi pada data gabungan. Jenis CBL di Jawa Barat dipengaruhi secara signifikan oleh riwayat kesehatan ibu dan permasalahan trimester pertama, serta perilaku orang tua. Adapun perilaku orang tua yang berpengaruh meliputi rokok aktif, rokok pasif, kafein, olahraga, dan radiasi pada ayah, serta rokok pasif, kafein, olahraga, dan radiasi pada ibu. Faktor yang berpengaruh secara signifikan di Sulawesi Selatan meliputi rokok pasif ayah, radiasi ibu, dan rokok pasif ibu. Pada data gabungan, jenis celah dipengaruhi secara signifikan oleh wilayah, pemeriksaan kehamilan, rokok aktif ayah, rokok pasif ayah dan ibu, olahraga ayah, dan radiasi pada ayah.