digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ewith Riska Rahma
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan serah terima sebagian pekerjaan, menentukan tingkat prioritas faktor yang dipertimbangkan oleh pengguna jasa, serta menyusun model pengambilan keputusan yang dapat digunakan pada kasus serah terima parsial proyek jalan tol. Penelitian dilakukan melalui studi kasus pada serah terima Proyek A dan Proyek B menggunakan metode Delphi dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima faktor utama yang memengaruhi pengambilan keputusan serah terima sebagian pekerjaan, yaitu Teknis dan Kelaikan Fungsi, Operasional dan Komersial, Risiko dan Kontraktual, Finansial, serta Tata Kelola (GCG). Pada serah terima parsial proyek karena pekerjaan belum selesai, faktor Teknis dan Kelaikan Fungsi menjadi faktor paling dominan dengan bobot 43,8%, sedangkan pada serah terima parsial karena keterbatasan operasional faktor Operasional dan Komersial menjadi faktor paling dominan dengan bobot 46,8%. Pada tingkat sub-faktor, keputusan PHO Parsial paling dipengaruhi oleh kejelasan ruang lingkup pekerjaan yang diserahterimakan dan belum selesai (10,47%), standar keterimaan pekerjaan yang terukur dan terdokumentasi (10,46%), serta kejelasan klausul kontrak sebagai landasan hukum pelaksanaan serah terima parsial (9,30%). Sementara itu, keputusan FHO Parsial paling dipengaruhi oleh kesiapan organisasi pengelola ruas dan pengamanan aset (15,93%), kesiapan operasi dan pemeliharaan (12,40%), serta pengaturan jaminan dan retensi pasca serah terima (9,56%). Berdasarkan hasil penelitian, disusun model pengambilan keputusan serah terima sebagian pekerjaan yang terdiri atas tahapan identifikasi kebutuhan serah terima parsial, evaluasi faktor keputusan, penyusunan kajian dan justifikasi, persetujuan korporasi, serta pelaksanaan dan pengendalian serah terima parsial. Model ini dapat digunakan sebagai kerangka pendukung keputusan bagi pengguna jasa dalam mengevaluasi usulan serah terima sebagian pekerjaan secara sistematis, terstruktur, dan berbasis risiko.