digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon dioksida (CO?) terbesar, namun perhatian terhadap emisi pada tahap pelaksanaan konstruksi masih relatif terbatas dibandingkan tahap produksi material. Penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis emisi CO? pada tahap pelaksanaan konstruksi struktur jembatan Proyek Jalan Tol Akses Patimban Paket 4, serta membandingkan metode pelaksanaan eksisting dengan metode alternatif dari aspek emisi, durasi, dan biaya. Analisis menggunakan pendekatan gate-to-gate, yaitu hanya memperhitungkan emisi langsung dari konsumsi bahan bakar dan energi alat berat selama aktivitas konstruksi di lokasi proyek. Enam paket pekerjaan struktur ditinjau, yaitu pekerjaan tiang bor, fondasi, pilar, kepala pilar, ereksi girder, serta diafragma–deckslab. Perhitungan mengikuti alur volume pekerjaan ? produktivitas alat ? durasi ? konsumsi bahan bakar ? emisi CO?, dengan faktor emisi solar sebesar 2,68 kg CO?/L mengacu pada IPCC (2006). Hasil penelitian menunjukkan total emisi metode eksisting sebesar 446,44 ton CO?, dengan pekerjaan tiang bor sebagai kontributor terbesar (348,58 ton), yang di dalamnya aktivitas pengeboran menyumbang sekitar 55% sebagai hotspot utama. Penerapan metode alternatif menurunkan total emisi menjadi 266,66 ton CO?, atau berkurang sekitar 179,78 ton (?40%), dengan penghematan terbesar berasal dari penggantian metode tiang bor konvensional menjadi continuous flight auger (?46,7%). Selain menurunkan emisi, metode alternatif juga memperpendek durasi pelaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan metode pelaksanaan berpengaruh terhadap besaran emisi karbon dan dapat menjadi strategi dekarbonisasi konstruksi yang efektif.