digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

astrak_ Alpha Novrigian [13322042]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Modul fotovoltaik hanya mengonversi sebagian kecil radiasi matahari menjadi listrik, sementara sebagian besar terdisipasi menjadi panas yang menurunkan efisiensi panel. Panas terbuang ini berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi termal, baik untuk menggerakkan sistem pendinginan berbasis penyerapan maupun untuk keperluan termal lain seperti pemanasan air domestik, preheating, dan pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi temperatur aktual panel surya secara eksperimental dan mengevaluasi potensi panasnya sebagai sumber termal untuk sistem pendinginan maupun pemanfaatan termal lainnya di iklim tropis Kota Bandung. Pengukuran temperatur dilakukan secara kontinu selama tujuh hari pada instalasi PLTS Laboratorium Manajemen Energi Institut Teknologi Bandung menggunakan tujuh sensor termokopel tipe-K dengan modul MAX6675 dan sistem akuisisi data berbasis ESP32, pada interval satu menit. Data intensitas radiasi matahari, temperatur ambien, dan kecepatan angin diperoleh dari dataset reanalisis ERA5-Land. Potensi panas dihitung melalui pendekatan neraca energi serta analisis perpindahan panas konveksi dan radiasi. Hasil pengukuran menunjukkan temperatur panel rata-rata siang 40,7 °???? dengan puncak lokal mencapai sekitar 73,5 °???? pada titik terpanas. Intensitas radiasi merupakan penggerak termal dominan (r = 0,68). Total potensi panas selama enam hari pengukuran mencapai sekitar 855 kWh, atau sekitar 19 kali energi listrik yang dihasilkan. Sebaran temperatur panel memenuhi kebutuhan termal berbagai aplikasi suhu rendah mencakup preheating, pendinginan adsorpsi, dan absorpsi suhu rendah, sementara kebutuhan sistem absorpsi konvensional (? 70 °????) hanya tercapai secara sporadis pada titik-titik terpanas. Penentuan teknologi pemanfaatan termal yang paling sesuai menjadi arah penelitian lanjutan.