Pelabuhan Cigading di Banten merupakan salah satu pelabuhan bongkar muat
industri terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam kegiatan logistik
nasional. Karakteristik perairannya yang semi-tertutup menyebabkan kawasan ini
rentan terhadap akumulasi sedimen dan pencemar sehingga diperlukan kajian
mengenai efisiensi flushing time. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi
flushing time melalui simulasi hidrodinamika 2D dan simulasi tracer 3D
menggunakan Delft3D-FLOW, serta mengevaluasi hasil simulasi menggunakan
perhitungan manual sederhana. Simulasi dilakukan pada kondisi baseline dan
variasi debit sungai ekstrem hasil Extreme Value Analysis menggunakan distribusi
Gumbel dan Metode Rasional untuk return period 10, 25, dan 100 tahun. Hasil
validasi model pasang surut menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai RMSE
sebesar 0,0561 m dan BIAS sebesar 0,0169 m. Sirkulasi massa air didominasi oleh
pasang surut dengan kecepatan arus rata-rata yang menurun dari 0,00126 m/s di
area terbuka menjadi 0,00025 m/s di kolam pelabuhan. Analisis tracer
menunjukkan bahwa kondisi baseline menghasilkan nilai T37 sebesar 2,6 hari,
sedangkan skenario debit ekstrem menyebabkan konsentrasi tracer bertahan lebih
lama akibat masukan tracer yang kontinu dari sungai. Perhitungan manual
sederhana menunjukkan kecenderungan hasil yang sejalan dengan simulasi
Delft3D sehingga dapat digunakan sebagai evaluasi pendukung terhadap hasil
model numerik. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan
kualitas perairan Pelabuhan Cigading, khususnya untuk kegiatan pengerukan,
pemantauan lingkungan, dan mitigasi pencemaran.
Perpustakaan Digital ITB