ABSTRAK Raidah Yanfa Adilah
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan radioterapi berbasis neutron
yang berpotensi memberikan dosis radiasi tinggi secara selektif pada tumor otak
melalui reaksi ¹?B(n,?)?Li. Efektivitas terapi ini dipengaruhi oleh distribusi fluks
neutron epitermal dan dosis radiasi pada jaringan target maupun jaringan sehat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh energi neutron sumber dan
kedalaman jaringan terhadap fluks neutron termal dan dosis BNCT, hubungan
konsentrasi Boron dengan dosis boron pada Gross Tumor Volume (GTV), serta
selektivitas dosis melalui parameter Tumor-to-Brain Ratio (TBR) dan Tumor-toSkin Ratio (TSR).
Simulasi dilakukan dengan metode Monte Carlo menggunakan PHITS pada
phantom kepala berbasis bola berlapis (GTV, CTV, PTV, otak, tulang tengkorak,
kulit) dengan komposisi material mengacu ICRP. Sembilan skenario disimulasikan
dari kombinasi tiga energi neutron sumber (5,0×10??; 5,0×10??; 5,0×10?? MeV) dan
tiga konsentrasi Boron (30, 40, 50 µg/g), dengan fluks dihitung via tally T-Track
dan dosis via tally T-Deposit.
Hasil menunjukkan energi neutron dan kedalaman berpengaruh signifikan terhadap
fluks termal, dengan titik persilangan (crossing point) pada kedalaman 3–4 cm
antara neutron berenergi rendah (unggul di kedalaman dangkal) dan tinggi (unggul
di kedalaman besar). Dosis boron pada GTV berbanding lurus terhadap konsentrasi
Boron, dengan gradien tercuram pada energi 5×10?? MeV. Nilai TBR berkisar 1,7–
2,8 dan TSR 1,75–3,5, keduanya meningkat seiring naiknya konsentrasi boron dan
energi neutron. Kombinasi boron 50 µg/g dan energi 5×10?? MeV memberikan
dosis boron GTV serta selektivitas (TBR/TSR) tertinggi, menjadi kondisi optimum
pada model yang dikaji.
Perpustakaan Digital ITB