digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Raidah Yanfa Adilah
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan radioterapi berbasis neutron yang berpotensi memberikan dosis radiasi tinggi secara selektif pada tumor otak melalui reaksi ¹?B(n,?)?Li. Efektivitas terapi ini dipengaruhi oleh distribusi fluks neutron epitermal dan dosis radiasi pada jaringan target maupun jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh energi neutron sumber dan kedalaman jaringan terhadap fluks neutron termal dan dosis BNCT, hubungan konsentrasi Boron dengan dosis boron pada Gross Tumor Volume (GTV), serta selektivitas dosis melalui parameter Tumor-to-Brain Ratio (TBR) dan Tumor-toSkin Ratio (TSR). Simulasi dilakukan dengan metode Monte Carlo menggunakan PHITS pada phantom kepala berbasis bola berlapis (GTV, CTV, PTV, otak, tulang tengkorak, kulit) dengan komposisi material mengacu ICRP. Sembilan skenario disimulasikan dari kombinasi tiga energi neutron sumber (5,0×10??; 5,0×10??; 5,0×10?? MeV) dan tiga konsentrasi Boron (30, 40, 50 µg/g), dengan fluks dihitung via tally T-Track dan dosis via tally T-Deposit. Hasil menunjukkan energi neutron dan kedalaman berpengaruh signifikan terhadap fluks termal, dengan titik persilangan (crossing point) pada kedalaman 3–4 cm antara neutron berenergi rendah (unggul di kedalaman dangkal) dan tinggi (unggul di kedalaman besar). Dosis boron pada GTV berbanding lurus terhadap konsentrasi Boron, dengan gradien tercuram pada energi 5×10?? MeV. Nilai TBR berkisar 1,7– 2,8 dan TSR 1,75–3,5, keduanya meningkat seiring naiknya konsentrasi boron dan energi neutron. Kombinasi boron 50 µg/g dan energi 5×10?? MeV memberikan dosis boron GTV serta selektivitas (TBR/TSR) tertinggi, menjadi kondisi optimum pada model yang dikaji.