digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tesis
PUBLIC Open In Flipbook Ina Nuastuti

Bintang Be merupakan bintang tipe B berotasi cepat yang dikelilingi oleh selubung gas. Interaksi antara rotasi, pulsasi, dan selubung menyebabkan penentuan parameter fisis bintang Be menjadi kompleks dan memerlukan analisis fotometrik dan spektroskopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas fotometrik dan spektroskopi ? 1 Orionis, menentukan parameter fisis bintang dan selubungnya, serta membangun model 3 dimensi bintang–selubung. Data yang digunakan meliputi kurva cahaya TESS, spektrum optik multi-epoch terutama garis Balmer, spektrum UV, serta fotometri multiband. Frekuensi variabilitas dianalisis menggunakan Lomb–Scargle periodogram dan iterative pre-whitening. Parameter fotosfer ditentukan melalui fitting SED, pseudokontinum UV, dan profil garis menggunakan grid atmosfer TLUSTY serta lintasan evolusi berotasi GENEC. Parameter selubung diaproksimasi menggunakan DISCO, sedangkan geometri dan kinematikanya dimodelkan dengan SHAPE-X. Hasil analisis menunjukkan bahwa ? 1 Orionis memiliki variabilitas multiperiodik dengan frekuensi 1.4841 d?1 sebagai frekuensi paling persisten pada tiga epoch pengamatan. Aktivitas fotometrik beramplitudo besar berkaitan dengan variasi rasio V/R H? dan H? yang lebih kuat, yang mengindikasikan peningkatan perturbasi atau asimetri selubung. Variasi V/R menghasilkan periode sekitar 4.8 tahun pada H? dan 4.9 tahun pada H?, yang secara indikatif konsisten dengan struktur asimetris global yang berpresesi. Fitting SED menghasilkan Teff = 22700+1700 ?600 K, AV = 0.186+0.080 ?0.038 mag, R = 6.43+0.28 ?0.44 R?, dan log(L/L?) = 3.996+0.105 ?0.053. Fitting profil garis memberikan log g = 3.70 dan v sin i = 280 km s?1 , sedangkan pencocokan GENEC menghasilkan massa saat ini sekitar 10.4 M?, umur 17.7 Myr, dan inklinasi 54.9 ? . Fitting DISCO menghasilkan densitas dasar selubung sekitar (2?3)×10?8 kg m?3 serta indeks densitas radial n = 3.0?3.2. Model SHAPE-X dapat mereproduksi bentuk umum profil H? berpuncak ganda, meskipun masih terdapat perbedaan terhadap profil observasi. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan gabungan fotometri, spektroskopi, dan pemodelan memberikan kendala yang konsisten terhadap sifat fisis ? 1 Orionis dan selubungnya.