ABSTRAK Rafa Zahira Suhaila
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode magnetotelurik (MT) merupakan teknik geofisika pasif untuk menyelidiki
struktur konduktivitas listrik bawah permukaan, dengan penentuan dimensionalitas
sebagai tahapan penting sebelum inversi. Penelitian ini menganalisis
dimensionalitas struktur bawah permukaan Cekungan Bandung menggunakan
parameter Swift skew, phase tensor skew (?), impedance ellipticity, phase tensor
ellipticity, serta magnitudo dan arah tipper yang divalidasi terlebih dahulu pada data
sintetik 3-D sebelum diterapkan pada 28 stasiun data lapangan. Pengolahan data
dilakukan menggunakan Python dengan pustaka MTpy v2. Hasil validasi
menunjukkan seluruh parameter valid mendeteksi keberadaan, batas lateral, dan
kedalaman anomali 3-D, dengan phase tensor skew dan phase tensor ellipticity
menunjukkan resolusi dan konsistensi spasial terbaik. Pada data lapangan, karakter
dimensionalitas bersifat bergantung pada periode dan posisi spasial yang cenderung
bersifat 1-D/2-D pada periode pendek dan berubah menjadi 3-D pada periode lebih
panjang. Kompleksitas tinggi yang persisten teramati di sekitar Lembang (sejalan
dengan Sesar Lembang), Margahayu (diduga terkait kontras batuan dasar), serta
klaster Cikeruh–Cileunyi–Rancaekek (zona transisi litologi). Analisis geoelectric
strike pada empat lintasan menghasilkan arah kelurusan struktur sebesar 29.8°,
89.4°, 357.5°, dan 5.0°, dengan kesesuaian terhadap impedance strike hanya
konsisten pada Lintasan 1 sehingga struktur pada lintasan tersebut cenderung
mendekati kondisi 2-D, sedangkan Lintasan 2, 3, dan 4 secara keseluruhan
didominasi kompleksitas 3-D. Dengan demikian, skema inversi 3-D lebih
disarankan untuk mayoritas periode yang dianalisis pada Cekungan Bandung.
Perpustakaan Digital ITB