digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rafa Zahira Suhaila
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode magnetotelurik (MT) merupakan teknik geofisika pasif untuk menyelidiki struktur konduktivitas listrik bawah permukaan, dengan penentuan dimensionalitas sebagai tahapan penting sebelum inversi. Penelitian ini menganalisis dimensionalitas struktur bawah permukaan Cekungan Bandung menggunakan parameter Swift skew, phase tensor skew (?), impedance ellipticity, phase tensor ellipticity, serta magnitudo dan arah tipper yang divalidasi terlebih dahulu pada data sintetik 3-D sebelum diterapkan pada 28 stasiun data lapangan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Python dengan pustaka MTpy v2. Hasil validasi menunjukkan seluruh parameter valid mendeteksi keberadaan, batas lateral, dan kedalaman anomali 3-D, dengan phase tensor skew dan phase tensor ellipticity menunjukkan resolusi dan konsistensi spasial terbaik. Pada data lapangan, karakter dimensionalitas bersifat bergantung pada periode dan posisi spasial yang cenderung bersifat 1-D/2-D pada periode pendek dan berubah menjadi 3-D pada periode lebih panjang. Kompleksitas tinggi yang persisten teramati di sekitar Lembang (sejalan dengan Sesar Lembang), Margahayu (diduga terkait kontras batuan dasar), serta klaster Cikeruh–Cileunyi–Rancaekek (zona transisi litologi). Analisis geoelectric strike pada empat lintasan menghasilkan arah kelurusan struktur sebesar 29.8°, 89.4°, 357.5°, dan 5.0°, dengan kesesuaian terhadap impedance strike hanya konsisten pada Lintasan 1 sehingga struktur pada lintasan tersebut cenderung mendekati kondisi 2-D, sedangkan Lintasan 2, 3, dan 4 secara keseluruhan didominasi kompleksitas 3-D. Dengan demikian, skema inversi 3-D lebih disarankan untuk mayoritas periode yang dianalisis pada Cekungan Bandung.