Wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa merupakan bagian dari zona tektonik aktif pada
segmen timur Busur Sunda–Banda dengan zona subduksi aktif segmen Sumba di
bagian selatan dan sistem sesar aktif Flores Back-Arc Thrust di utara. Interaksi kedua
sistem tersebut menghasilkan deformasi kerak bumi yang kompleks serta berkontribusi
terhadap tingginya aktivitas seismik di kawasan Nusa Tenggara. Meskipun berbagai
penelitian telah mengkaji deformasi di wilayah ini, analisis deformasi interseismik
yang mengintegrasikan ketiga pulau berdasarkan data Global Navigation Satellite
System (GNSS) multitemporal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pola dan kecepatan pergeseran horizontal dan vertikal, distribusi laju
regangan (strain rate), serta mengidentifikasi indikasi interseismic coupling di wilayah
Bali, Lombok, dan Sumbawa.
Penelitian menggunakan data deret waktu GNSS multitemporal dari 10 stasiun
Continuously Operating Reference Station (CORS) milik Badan Informasi Geospasial
(BIG) yang telah direferensikan pada kerangka ITRF2014. Data dianalisis melalui
proses time-series fitting untuk memperoleh medan kecepatan horizontal dan vertikal
beserta ketidakpastiannya. Kecepatan horizontal selanjutnya digunakan untuk
mengestimasi tensor strain rate guna mengidentifikasi pola ekstensi, kompresi, dan
deformasi geser. Gerak kaku blok tektonik diestimasi melalui inversi parameter Euler
Pole menggunakan metode least squares, kemudian dikurangkan dari kecepatan
observasi untuk memperoleh komponen kecepatan elastis. Selanjutnya, kecepatan
elastis digunakan dalam inversi Steepest Descent Method (SDM) untuk mengestimasi
distribusi slip deficit rate sebagai indikator interseismic coupling. Integrasi hasil
analisis medan kecepatan, strain rate, dan slip deficit rate diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman mengenai deformasi interseismik dan akumulasi regangan
tektonik di wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa serta mendukung pengembangan
model tektonik regional dan kajian bahaya gempa bumi.
Perpustakaan Digital ITB