digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa merupakan bagian dari zona tektonik aktif pada segmen timur Busur Sunda–Banda dengan zona subduksi aktif segmen Sumba di bagian selatan dan sistem sesar aktif Flores Back-Arc Thrust di utara. Interaksi kedua sistem tersebut menghasilkan deformasi kerak bumi yang kompleks serta berkontribusi terhadap tingginya aktivitas seismik di kawasan Nusa Tenggara. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji deformasi di wilayah ini, analisis deformasi interseismik yang mengintegrasikan ketiga pulau berdasarkan data Global Navigation Satellite System (GNSS) multitemporal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan kecepatan pergeseran horizontal dan vertikal, distribusi laju regangan (strain rate), serta mengidentifikasi indikasi interseismic coupling di wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa. Penelitian menggunakan data deret waktu GNSS multitemporal dari 10 stasiun Continuously Operating Reference Station (CORS) milik Badan Informasi Geospasial (BIG) yang telah direferensikan pada kerangka ITRF2014. Data dianalisis melalui proses time-series fitting untuk memperoleh medan kecepatan horizontal dan vertikal beserta ketidakpastiannya. Kecepatan horizontal selanjutnya digunakan untuk mengestimasi tensor strain rate guna mengidentifikasi pola ekstensi, kompresi, dan deformasi geser. Gerak kaku blok tektonik diestimasi melalui inversi parameter Euler Pole menggunakan metode least squares, kemudian dikurangkan dari kecepatan observasi untuk memperoleh komponen kecepatan elastis. Selanjutnya, kecepatan elastis digunakan dalam inversi Steepest Descent Method (SDM) untuk mengestimasi distribusi slip deficit rate sebagai indikator interseismic coupling. Integrasi hasil analisis medan kecepatan, strain rate, dan slip deficit rate diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai deformasi interseismik dan akumulasi regangan tektonik di wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa serta mendukung pengembangan model tektonik regional dan kajian bahaya gempa bumi.